Rabu, 23 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mantan Wali Kota Yogyakarta Ditangkap, Aktivis Cukur Gundul: Ini Bukan Akhir!

Sabtu, 4 Juni 2022
A A
Aktivis Yogyakarta, Dodok Putra Bangsa melakukan ritual potong rambut, 4 Juni 2022 Foto wanaloka.com..

Aktivis Yogyakarta, Dodok Putra Bangsa melakukan ritual potong rambut, 4 Juni 2022 Foto wanaloka.com..

Share on FacebookShare on Twitter

Aksi sebagai bentuk protes yang dilakukan Dodok dan sejumlah aktivis peduli lingkungan Yogyakarta itu bukan pertama kali. Pada Agustus 2014, Dodok melakukan mandi pasir ketika sumur-sumur warga kampung Miliran kering akibat penyedotan air tanah oleh Fave Hotel Kusumanegara. Sempat dikabarkan, hotel tersebut kemudian menggunakan air PDAM. Dalam perkembangannya terungkap, tidak sedikit usaha perhotelan di Yogyakarta yang menggunakan air tanah tanpa izin, tetapi tidak pernah mendapatkan sanksi dari pemerintah kota.

Baca Juga: Warga Karo Ini Selamatkan Elang Bondol yang Akan Dimakan

“Pertanyaannya, air PDAM hotel itu dari pengelolaan air sungai atau air tanah? Kalau dari air tanah, artinya bukan menyelesaikan masalah, tetapi memindahkan masalah dari Miliran ke Yogyakarta,” kata Dodok.

Aktivis Dodok Putra Bangsa akan melakukan aksi lempar telur, 4 Juni 2022. Foto wanaloka.com.
Aktivis Dodok Putra Bangsa akan melakukan aksi lempar telur, 4 Juni 2022. Foto wanaloka.com.

Kemudian pada Februari 2016, Dodok melakukan ritual mandi air kembang tujuh rupa dari tujuh sumur di depan Kompleks Balaikota Yogyakarta. Pada Mei 2018, sejumlah mahasiswa melakukan ruwatan untuk bumi Yogyakarta dengan menarikan Bedhaya Banyu neng Segara oleh para penari dari Pendapa SangArt. Pada Januari 2019, Dodok kembali melakukan ritual mengencingi papan nama Kantor Walikota Yogyakarta dengan maksud menolak aura jahat dan negatif yang terus melingkupi Yogyakarta. Kemudian pada Juni 2022, dia mencukur gundul rambutnya.

Alasan Dodok mencukur gundul, karena rambut adalah simbol dari mahkota. Mahkota Kota Yogyakarta ada di Kepala Daerah, yaitu walikota yang sekarang sudah ditangkap.

Baca Juga: Pernah Berkonflik dengan Manusia, Harimau Sumatera Ini Dilepasliarkan di TN Kerinci Seblat

“Ini bukan ungkapan syukur. Tapi pengingat, berupa ritual melepas mahkota untuk memulai hal baru. Karena dalam mahkota ada otak yang harus digunakan secara betul untuk mensejahterakan rakyat sebagai pemimpin daerah,” papar Dodok.

Di ujung aksi, Dodok merampungkan dengan melemparkan telur ke papan nama Kantor Walikota Yogyakarta. Aksi itu merupakan simbol Yogyakarta ‘pecah telur’ dengan tertangkapnya mantan pejabat sebagai terduga pelaku kasus korupsi.  [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IMBkorupsikorupsi mantan wali kota yogyakartaKPKOTT KPKWali Kota Yogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Awas Modus Greenwashing

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media