Minggu, 24 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Melihat Jejak Pembentukan Pulau Jawa di Karangsambung Kebumen

Menjejakkan kaki di Karangsambung berarti menjejakkan kaki di lantai samudra yang tersingkap.

Senin, 16 September 2024
A A
Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Foto ITB.

Mahasiswa Teknik Geologi ITB melakukan kuliah lapangan di Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Foto ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Geopark Karangsambung merupakan daerah bebatuan yang tersusun dari lempeng samudra dan lempeng benua di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kumpulan batuan yang terhimpun selama jutaan tahun ini membentuk susunan tektonik yang kompleks. Sudah lebih dari 4 dasawarsa, Karangsambung menjadi Kawah Candradimuka untuk menggembleng mahasiswa prodi Teknik Geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) supaya kuat dan terlatih.

“Daerah ini sangat istimewa, menjejakkan kaki di Karangsambung berarti menjejakkan kaki di lantai samudra yang tersingkap,” ujar koordinator asisten Teknik Geologi ITB Angkatan 2020, Karina Aerielle.

Sebab tempat ini adalah titik pertemuan antara lempeng Samudra Hindia dan lempeng Benua Eurasia. Terdapat berbagai fenomena geologi unik yang jarang ditemukan di tempat lain, tetapi hanya ditemui di Karangsambung. Batuan, singkapan, dan strukturnya baik sehingga dapat membuktikan teori lempeng tektonik.

Baca Juga: Gempa Berau M5.5 Dipicu Sesar Sangkulirang yang Pernah Terjadi 1921

Dosen koordinator dan pembimbing kuliah lapangan, Alfend Rudyawan menyebutkan mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kecakapan di lapangan.

Kecakapan yang dimaksud meliputi pengimplementasian pengetahuan dasar, melihat objek secara langsung di lapangan, kemampuan mengambil data, menganalisis data, membuat sebuah sintesis. Dan akhirnya bisa menyampaikan informasi secara lengkap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten KebumenKarangsambungpembentukan Pulau JawaTeknik Geologi ITB

Editor

Next Post
Peringatan Hari Ozon Sedunia 2024 di Botani Square, Bogor, 16 September 2024. Foto PPID KLHK.

Hari Ozon Sedunia 2024, Pemerintah Klaim Turunkan HCFC 55 Persen Tahun 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Guru Besar Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Prof. Edy Hartulistiyoso. Foto Dok. IPB University. IEdy Hartulistiyoso: Panas Sisa Industri Bisa Diubah Jadi Energi Listrik
    In Sosok
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Ikan nila, salah satu ikan invasif di perairan Indonesia. Foto distankan.bulelengkab.go.id.Sekitar 20 dari 50 Jenis Ikan Asing di Perairan Umum Indonesia Kategori Invasif
    In Lingkungan
    Sabtu, 23 Mei 2026
  • Teknologi untuk riset kualitas udara. Foto Dok. BRIN.BRIN Teliti Kualitas Udara Tiga Kota, Bandung Lampaui Batas Aman
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Presiden Prabowo Subianto saat akan menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026, 20 Mei 2026. Foto Kris/BPMI Setpres.Cabut PP 21/2026, Potensi Kerusakan SDA Sulit Dipertanggungjawabkan
    In Lingkungan
    Jumat, 22 Mei 2026
  • Warga Makassar memprotes rencana pendirian PSEL di dekat permukiman. Foto Dok. Walhi Sulawesi Selatan.Proyek PSEL di Makassar dan Yogyakarta, Transisi Darurat Sampah ke Darurat Kesehatan
    In Lingkungan
    Kamis, 21 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media