Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menabur Pupuk Hayati dengan Teknologi Drone Spray

Pemanfaatan biofertilizer atau pupuk hayati yang dipadukan dengan drone sprayer diklaim langkah nyata menuju pertanian presisi, yakni tepat dosis, waktu, dan sasaran.

Rabu, 1 Oktober 2025
A A
Ilustrasi drone spray untuk menabur pupuk hayati. Foto Herney/pixabay.com.

Ilustrasi drone spray untuk menabur pupuk hayati. Foto Herney/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pertanian masa depan dituntut tidak hanya menyediakan pangan cukup, tetapi juga sehat. Di tengah perubahan iklim, degradasi lahan, dan kebutuhan efisiensi, inovasi teknologi menjadi jawaban penting.

Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan terobosan dengan menggabungkan inovasi biofertilizer atau pupuk hayati dengan dan teknologi drone spray. Kombinasi ini diyakini dapat diaplikasikan untuk pertanian masa depan untuk memperkuat ketahanan pangan di Indonesia.

Biofertilizer berbasis mikroba mampu meningkatkan penyerapan hara, memperkuat ketahanan tanaman, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Pemanfaatan biofertilizer yang dipadukan dengan drone sprayer adalah langkah nyata menuju pertanian presisi, yakni tepat dosis, waktu, dan sasaran.

“Dengan pendekatan ini, produksi pangan diharapkan lebih efisien sekaligus berkelanjutan,” ujar Plh. Kepala ORPP BRIN, Setiadi Marwanto dalam acara HortiActive seri ke-20 dengan tema “Inovasi Biofertilizer dengan Teknologi Drone Sprayer dalam Mewujudkan Pertanian Cerdas dan Presisi yang Ramah Lingkungan”, Rabu, 24 September 2025.

Baca juga: Kawasan Industri Modern Cikande Ditetapkan Menjadi Daerah Tercemar Radiasi Cesium-137

Kepala Pusat Riset Hortikultura, Dwinita Wikan Utami menambahkan biofertilizer menjadi alternatif ramah lingkungan karena memanfaatkan mikroorganisme alami. Pupuk hayati ini terbukti meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi dampak negatif pupuk kimia.

Dengan dukungan teknologi drone, aplikasi biofertilizer bisa dilakukan lebih presisi dan hemat sumber daya.

“Perpaduan bioteknologi dan digitalisasi bukan hanya mengurangi biaya produksi, tetapi juga meningkatkan produktivitas pertanian berkelanjutan,” jelas dia.

Ekstrak rumput laut dan mikroba bawang merah

Peneliti Ahli Madya PR Hortikultura, Erny Yuniarti memaparkan hasil riset mengenai kombinasi biostimulan berbasis ekstrak rumput laut dengan mikroba rizosfer bawang merah. Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tantangan produktivitas bawang merah yang merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang kerap terkendala iklim, hama, dan budidaya yang belum optimal.

Baca juga: Penderita Pikun Bertambah, Belum Ada Obatnya Tapi Ada Pencegahannya

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bawang merahbiostimulandrone sprayekstrak rumput lautpupuk hayatiPusat Riset Hortikultura BRIN

Editor

Next Post
Penyampaian pembentukan Pansus Reforma Agraria dalam Rapat Paripurna DPR di Senayan, Jakarta, 2 Oktober 2025. Foto Oji-vel/DPR.

Pansus Reforma Agraria akan Bahas RUU Pertanahan hingga Digitalisasi Sertifikat Tanah

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media