Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengamati Ratusan Trinil Semak Bersiap Mudik dari Tulungagung ke Eropa

Trinil semak tidak termasuk satwa dilindungi undang-undang, tetapi petani di sawah melindunginya.

Sabtu, 5 April 2025
A A
Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Sebagian besar jenis burung memiliki sayap yang dapat digunakan untuk terbang menjelajah angkasa. Khusus untuk burung migran, sayap tersebut tak hanya untuk menjelajah angkasa di sekitarnya saja, namun menjelajah angkasa antar benua.

Polhut Ahli Pertama Balai Besar KSDA Jawa Timur Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Akhmad David Kurnia Putra menjelaskan seperti burung migran pantai (shorebird) yang dicatat petugas Seksi KSDA Wilayah (SKW) I Kediri, yaitu trinil semak (Tringa glareola). Burung pantai yang menyusuri pantai, rawa, lumpur, sawah, dan lahan basah lainnya di dunia tercatat sebanyak 214 jenis. Sebanyak 65 jenis telah tercatat di Indonesia (Hayman, Marchant, & Prater, 1986; Howes, Bakewell, & Noor, 2003).

Sebagai koordinator wilayah Jawa dalam program Kemitraan Nasional Konservasi Burung Bermigrasi dan Habitatnya (KNKBBH), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur telah melakukan pengamatan dan monitoring burung bermigrasi di beberapa kawasan, baik kawasan konservasi maupun bukan kawasan konservasi.

Baca juga: Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Salah satunya pengawasan di kawasan persawahan di Kabupaten Tulungagung yang masuk dalam wilayah kerja SKW pada 5-7 Maret 2025 yang lalu. Kawasan ini juga tercatat petugas SKW I sebagai tempat singgah dan mencari makan bagi lebih dari 4000 individu terik asia Glareola maldivarum pada November 2024 lalu.

Hasil monitoring selama tiga hari di sana didapatkan sebanyak 246 individu dari lima jenis. Jenis-jenis tersebut adalah trinil semak, trinil pantai Actitis hypoleucos, jenis cerek Charadrius sp., jenis berkik Gallinago sp., dan kicuit kerbau Motacilla tschutschensis.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Jatimburung pantaiburung trinilKabupaten Tulungagungshorebird

Editor

Next Post
Lumut kerak. Foto BRIN.

Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media