Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengamati Ratusan Trinil Semak Bersiap Mudik dari Tulungagung ke Eropa

Trinil semak tidak termasuk satwa dilindungi undang-undang, tetapi petani di sawah melindunginya.

Sabtu, 5 April 2025
A A
Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Jumlah jenis terbanyak yang dijumpai adalah trinil semak, yaitu 220 individu. Enam individu dijumpai pada hari pertama, 112 individu dijumpai pada hari kedua, dan 102 individu dijumpai pada hari ketiga. Kelima jenis tersebut tidak dilindungi oleh peraturan perundangan Indonesia.

Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Trinil semak merupakan satu dari 83 jenis suku dari Scolopacidae yang ada di seluruh dunia atau 48 jenis yang dapat dijumpai di Indonesia (Beehler, Pratt, & Zimmerman, 2001; Taufiqurrahman, et al., 2022). Burung perancah ini berbiak di Siberia dan Eropa dan bermigrasi ke Indonesia hingga Australia dan Afrika pada musim dingin.

Petani yang baru mulai menanam padi menyebut trinil semak dan trinil pantai dengan nama burung “ancul bumi”. Berdasarkan pengamatan mereka, saat trinil-trinilan mendarat, bagian ekornya akan naik-turun yang dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah “ancul-ancul”. Sebagian lagi memanggilnya dengan burung “mriwis”. Burung-burung tersebut dijadikan petani sebagai teman untuk menggarap sawah dan tidak diperbolehkan untuk diburu dan ditangkap.

Saat dilakukan pengamatan, trinil semak telah memiliki bulu berbiak. Kondisi ini menandakan musim bermigrasi akan segera berakhir dan burung-burung pantai atau shorebirds atau waders akan mudik, kembali ke lokasi berbiak mereka. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Jatimburung pantaiburung trinilKabupaten Tulungagungshorebird

Editor

Next Post
Lumut kerak. Foto BRIN.

Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media