Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengamati Ratusan Trinil Semak Bersiap Mudik dari Tulungagung ke Eropa

Trinil semak tidak termasuk satwa dilindungi undang-undang, tetapi petani di sawah melindunginya.

Sabtu, 5 April 2025
A A
Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Burung trinil. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Jumlah jenis terbanyak yang dijumpai adalah trinil semak, yaitu 220 individu. Enam individu dijumpai pada hari pertama, 112 individu dijumpai pada hari kedua, dan 102 individu dijumpai pada hari ketiga. Kelima jenis tersebut tidak dilindungi oleh peraturan perundangan Indonesia.

Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Trinil semak merupakan satu dari 83 jenis suku dari Scolopacidae yang ada di seluruh dunia atau 48 jenis yang dapat dijumpai di Indonesia (Beehler, Pratt, & Zimmerman, 2001; Taufiqurrahman, et al., 2022). Burung perancah ini berbiak di Siberia dan Eropa dan bermigrasi ke Indonesia hingga Australia dan Afrika pada musim dingin.

Petani yang baru mulai menanam padi menyebut trinil semak dan trinil pantai dengan nama burung “ancul bumi”. Berdasarkan pengamatan mereka, saat trinil-trinilan mendarat, bagian ekornya akan naik-turun yang dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah “ancul-ancul”. Sebagian lagi memanggilnya dengan burung “mriwis”. Burung-burung tersebut dijadikan petani sebagai teman untuk menggarap sawah dan tidak diperbolehkan untuk diburu dan ditangkap.

Saat dilakukan pengamatan, trinil semak telah memiliki bulu berbiak. Kondisi ini menandakan musim bermigrasi akan segera berakhir dan burung-burung pantai atau shorebirds atau waders akan mudik, kembali ke lokasi berbiak mereka. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA Jatimburung pantaiburung trinilKabupaten Tulungagungshorebird

Editor

Next Post
Lumut kerak. Foto BRIN.

Potensi Lumut Kerak untuk Bumbu Masakan hingga Antbiotik

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media