Jumlah jenis terbanyak yang dijumpai adalah trinil semak, yaitu 220 individu. Enam individu dijumpai pada hari pertama, 112 individu dijumpai pada hari kedua, dan 102 individu dijumpai pada hari ketiga. Kelima jenis tersebut tidak dilindungi oleh peraturan perundangan Indonesia.
Baca juga: Ular Gadung, Berbisa Tapi Tak Berbahaya
Trinil semak merupakan satu dari 83 jenis suku dari Scolopacidae yang ada di seluruh dunia atau 48 jenis yang dapat dijumpai di Indonesia (Beehler, Pratt, & Zimmerman, 2001; Taufiqurrahman, et al., 2022). Burung perancah ini berbiak di Siberia dan Eropa dan bermigrasi ke Indonesia hingga Australia dan Afrika pada musim dingin.
Petani yang baru mulai menanam padi menyebut trinil semak dan trinil pantai dengan nama burung “ancul bumi”. Berdasarkan pengamatan mereka, saat trinil-trinilan mendarat, bagian ekornya akan naik-turun yang dalam bahasa Jawa disebut dengan istilah “ancul-ancul”. Sebagian lagi memanggilnya dengan burung “mriwis”. Burung-burung tersebut dijadikan petani sebagai teman untuk menggarap sawah dan tidak diperbolehkan untuk diburu dan ditangkap.
Saat dilakukan pengamatan, trinil semak telah memiliki bulu berbiak. Kondisi ini menandakan musim bermigrasi akan segera berakhir dan burung-burung pantai atau shorebirds atau waders akan mudik, kembali ke lokasi berbiak mereka. [WLC02]
Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan
Discussion about this post