Jumat, 23 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengapa Matahari Memerah di Tengah Karhutla?

Warna Matahari yang terlihat mata manusia tidak dapat digunakan sebagai ukuran konsentrasi asap atau tingkat pencemaran udara.

Jumat, 28 Agustus 2026
A A
Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.

Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Meski demikian, warna Matahari yang terlihat mata manusia tidak dapat digunakan secara langsung sebagai ukuran konsentrasi asap atau tingkat pencemaran udara.

Asap yang berada cukup tinggi di atmosfer bisa membuat Matahari tampak merah, tetapi belum tentu konsentrasi PM2.5 di permukaan tinggi.

“Jadi, warna Matahari tidak bisa dijadikan satu-satunya alat ukur kualitas udara,” kata dia.

Warna yang terlihat dari suatu lokasi juga dipengaruhi ketinggian lapisan asap, ukuran dan komposisi aerosol, kelembapan, awan, sudut Matahari, serta kondisi angin. Penentuan kualitas udara tetap perlu mengacu pada data dan informasi resmi.

Jika Matahari merah disertai kabut asap, jarak pandang menurun, dan ada sumber karhutla di sekitar atau arah datang angin, masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa informasi kualitas udara resmi.

Givo juga mengingatkan hal penting lain yang tidak boleh dilupakan: jangan melihat langsung Matahari dengan mata telanjang. Sebab, meskipun tampak redup atau merah karena asap, pengamatan langsung terhadap Matahari tetap berbahaya. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cahaya MatahariDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB UniversityKarhutla

Editor

Next Post
Sampurna, orangutan jantan yang ditemukan lemas akibat karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kemenhut.

Orangutan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla di Ketapang

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media