Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengapa Matahari Memerah di Tengah Karhutla?

Warna Matahari yang terlihat mata manusia tidak dapat digunakan sebagai ukuran konsentrasi asap atau tingkat pencemaran udara.

Jumat, 28 Agustus 2026
A A
Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.

Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Meski demikian, warna Matahari yang terlihat mata manusia tidak dapat digunakan secara langsung sebagai ukuran konsentrasi asap atau tingkat pencemaran udara.

Asap yang berada cukup tinggi di atmosfer bisa membuat Matahari tampak merah, tetapi belum tentu konsentrasi PM2.5 di permukaan tinggi.

“Jadi, warna Matahari tidak bisa dijadikan satu-satunya alat ukur kualitas udara,” kata dia.

Warna yang terlihat dari suatu lokasi juga dipengaruhi ketinggian lapisan asap, ukuran dan komposisi aerosol, kelembapan, awan, sudut Matahari, serta kondisi angin. Penentuan kualitas udara tetap perlu mengacu pada data dan informasi resmi.

Jika Matahari merah disertai kabut asap, jarak pandang menurun, dan ada sumber karhutla di sekitar atau arah datang angin, masyarakat sebaiknya meningkatkan kewaspadaan dan memeriksa informasi kualitas udara resmi.

Givo juga mengingatkan hal penting lain yang tidak boleh dilupakan: jangan melihat langsung Matahari dengan mata telanjang. Sebab, meskipun tampak redup atau merah karena asap, pengamatan langsung terhadap Matahari tetap berbahaya. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Cahaya MatahariDepartemen Geofisika dan Meteorologi IPB Universitykarhutla

Editor

Next Post
Sampurna, orangutan jantan yang ditemukan lemas akibat karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kemenhut.

Orangutan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla di Ketapang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Sampurna, orangutan jantan yang ditemukan lemas akibat karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kemenhut.Orangutan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla di Ketapang
    In News
    Minggu, 30 Agustus 2026
  • Ilustrasi sinar matahari memerah di tengah karhutla. Foto Istimewa.Mengapa Matahari Memerah di Tengah Karhutla?
    In IPTEK
    Jumat, 28 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media