Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Sejarah Juragan Kebun Kopi Vorstenlanden Lewat Film

Boyolali sebagai kota susu ternyata menyimpan kisah tentang juragan kebun kopi yang menguasai separuh tanah di sana. Sipakah dia?

Sabtu, 12 November 2022
A A
Salah satu proses pengambilan gambar untuk film kebun kopi Vorstlanden. Foto fib.uns.ac.id

Salah satu proses pengambilan gambar untuk film kebun kopi Vorstlanden. Foto fib.uns.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Johannes Agustinus Dezentje biasa disebut sebagai Tinus Dezentje. Ia adalah anak seorang pegawal berkebangsaan Eropa untuk raja dari Kasunanan Surakarta bernama August Jan Caspar (1765-1826).

Pendeta S. Buddingh menuturkan, gaya hidup Tinus bak bangsawan Jawa, meskipun ia berdarah Eropa. Arsitektur bangunan rumahnya bergaya rumah bangsawan Surakarta atau bupati Jawa. Dilengkapi kebun binatang, tembok tebal yag mengelilingi rumah seperti benteng yang dilengkapi bastion dan gardu pengawas.

Baca Juga: Dampak Gempa Megathrust di Selatan Jawa Melebihi Tsunami Aceh, Mitigasi Serius Segera

Tinus menikah dengan Johanna Dorothe Boode pada usia 18 tahun. Tiga tahun kemudian mempersunting kerabat Raja Surakarta bernama Raden Ayu Tjokrokoesoemo. Seiring dengan perluasan tanah perkebunannya.

Namun, pemerhati budaya dari Forum Budaya Mataram, BRM Kusumo Putro menambahkan, perang Jawa (1825-1830) telah mengancam bisnis perkebunan miliknya. Untuk menjamin keamanan bisnisnya, Tinus rela mengeluarkan biaya untuk mempekerjakan 1.500 serdadu asing yang kemudian lebih dikenal sebagai Detasemen Dezentje. Detasemen ini merupakan pasukan pembantu militer Belanda (hulptroepen).

Baca Juga: Walhi Beberkan Solusi Palsu Krisis Iklim dalam Kebijakan Pemerintah

“Dezenjte adalah salah satu musuh Pangeran Diponegoro. Sebab pasukan Pangeran Diponegoro agak keteteran ketika bertempur di Ungaran karena orang ini,” ungkap Kusumo.

Lokasi pertempuran itu terdapat makam salah satu senopati Pangeran Diponegoro yang gugur.
Atas permintaan Gubernur Jenderal De Kock, Dezentje juga mempengaruhi raja untuk tetap bersikap netral dalam Perang Jawa. Kerajaan Belanda memberikan penghargaan berupa Orde de Nederlandse Leeuw kepada Tinus atas jasanya itu.

Tinus meninggal pada 7 November 1839 dalam usia 42 tahun. Ia mewariskan lahan perkebunan seluas 1.275 hektare. Makamnya di Makam Kerkhof “Dezentje” di Ampel. [WLC02]

Sumber: Universitas Sebelas Maret (UNS), Portal Pemkab Boyolali

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: film dokumenterFilm Memori Dezentje dan Wirausaha Kopi NangkaJohanes Agustinus DezentjeLaboratorium Vorstenlanden FIB UNSMakam KerkhofPangeran Diponegoroperkebunan kopiwilayah Vorstlanden

Editor

Next Post
Tiga gempa guncang Garut pada Sabtu malam, 12 November 2022. Foto tangkap layar BMKG, pusat gempa magnitudo 5,3 pada pukul 20.18 WIB.

Tiga Gempa Guncang Garut Malam Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media