Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Senthong, Gandhok, Pringgitan Omah UGM di Kotagede

Ada yang menarik tiap kali berkunjung ke rumah tradisional daerah, termasuk Omah UGM. Biasanya ada bangunan-bangunan khas yang tak dimiliki bangunan modern. Apa saja itu?

Minggu, 16 Januari 2022
A A
Suasana Omah UGM di Kotagede pada Agustus 2016. Foto wanaloka.com.

Suasana Omah UGM di Kotagede pada Agustus 2016. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – UGM punya rumah tradisional Jawa yang berada di perkampungan di Kampung Bodon, Jagalan, Kotagede, Kota Yogyakarta. Bangunan tua dari kayu itu semula milik keluarga Parto Darsono. Gempa bumi 2006 membuat sejumlah bangunan di DIY rusak parah, tak terkecuali di kawasan Kotagede. Kemudian UGM membelinya dan diberi nama Omah UGM.

Pembelian bangunan itu sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan pusaka Kotagede berbasis 3K, yaitu Komunitas, Kerajinan, dan Kultural. Kini, bangunan tua itu dikelola Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM.  Proses renovasi didukung sejumlah lembaga, antara lain JICA, Total Indonesia, Exxon Mobil Oil, dan individual donor.

“Struktur serta fasad atau muka bangunan Omah UGM memiliki citra kuat sebuah rumah tradisional Kotagede,” papar dosen Arsitektur UGM, Laretna Trisnantari Adishakti yang dilansir dari laman ugm.ac.id, Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Sita, panggilan pakar arsitektur tersebut menjelaskan, Omah UGM memiliki tata ruang khas bangunan rumah Jawa yang terdiri dari pendopo atau bangunan tanpa dinding yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan. Kemudian bangunan induk yang dinamakan dalem, juga pringgitan atau penghubung antara pendopo dan rumah dalem.

Selain itu terdapat pula sentong atau kamar serta gandhok yang terletak di sisi kanan dan kiri rumah. Ornamen serta material bangunan juga dipertahankan sesuai wajah Kotagede.

“Dinding dalem sangat khas terbuat dari kayu, bukan tembok. Suatu kondisi yang sudah langka di Kawasan Pusaka Kotagede,” terang Sita.

Baca Juga: Pernah Terjadi di Gunungkidul, Daryono: Tragedi Wisata Danau Furnas Brasil Pelajaran Penting untuk Kita

Penjelasan Sita mengingatkan saya ketika blusukkan bersama rombongan wisatawan lain dalam Jelajah Pusaka Kotagede pada Agustus 2016. Pemandu kami, Shinta Noer Kumala menjelaskan, ruangan-ruangan di Omah UGM masih cenderung lengkap. Seperti senthong, gandhok, pringgitan, pendapa, yang nyaris tak semua rumah tradisional Kotagede masih memilikinya.

Senthong untuk kamar yang biasa juga tempat menyimpan pusaka. Gandhok untuk ruang tidur keluarga atau pun tamu yang menginap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cagar budayaGempa bumi 2006KotagedeLaretna Trisnantari AdishaktiMataram IslamOmah UGMrumah tradisionalUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi varian Omicron. Foto Alexandra_Koch/pixabay.com.

Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Februari-Maret, Begini Hitungannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media