Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Senthong, Gandhok, Pringgitan Omah UGM di Kotagede

Ada yang menarik tiap kali berkunjung ke rumah tradisional daerah, termasuk Omah UGM. Biasanya ada bangunan-bangunan khas yang tak dimiliki bangunan modern. Apa saja itu?

Minggu, 16 Januari 2022
A A
Suasana Omah UGM di Kotagede pada Agustus 2016. Foto wanaloka.com.

Suasana Omah UGM di Kotagede pada Agustus 2016. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – UGM punya rumah tradisional Jawa yang berada di perkampungan di Kampung Bodon, Jagalan, Kotagede, Kota Yogyakarta. Bangunan tua dari kayu itu semula milik keluarga Parto Darsono. Gempa bumi 2006 membuat sejumlah bangunan di DIY rusak parah, tak terkecuali di kawasan Kotagede. Kemudian UGM membelinya dan diberi nama Omah UGM.

Pembelian bangunan itu sebagai bagian dari program revitalisasi kawasan pusaka Kotagede berbasis 3K, yaitu Komunitas, Kerajinan, dan Kultural. Kini, bangunan tua itu dikelola Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM.  Proses renovasi didukung sejumlah lembaga, antara lain JICA, Total Indonesia, Exxon Mobil Oil, dan individual donor.

“Struktur serta fasad atau muka bangunan Omah UGM memiliki citra kuat sebuah rumah tradisional Kotagede,” papar dosen Arsitektur UGM, Laretna Trisnantari Adishakti yang dilansir dari laman ugm.ac.id, Kamis, 6 Januari 2022.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Sita, panggilan pakar arsitektur tersebut menjelaskan, Omah UGM memiliki tata ruang khas bangunan rumah Jawa yang terdiri dari pendopo atau bangunan tanpa dinding yang biasa digunakan sebagai tempat pertemuan. Kemudian bangunan induk yang dinamakan dalem, juga pringgitan atau penghubung antara pendopo dan rumah dalem.

Selain itu terdapat pula sentong atau kamar serta gandhok yang terletak di sisi kanan dan kiri rumah. Ornamen serta material bangunan juga dipertahankan sesuai wajah Kotagede.

“Dinding dalem sangat khas terbuat dari kayu, bukan tembok. Suatu kondisi yang sudah langka di Kawasan Pusaka Kotagede,” terang Sita.

Baca Juga: Pernah Terjadi di Gunungkidul, Daryono: Tragedi Wisata Danau Furnas Brasil Pelajaran Penting untuk Kita

Penjelasan Sita mengingatkan saya ketika blusukkan bersama rombongan wisatawan lain dalam Jelajah Pusaka Kotagede pada Agustus 2016. Pemandu kami, Shinta Noer Kumala menjelaskan, ruangan-ruangan di Omah UGM masih cenderung lengkap. Seperti senthong, gandhok, pringgitan, pendapa, yang nyaris tak semua rumah tradisional Kotagede masih memilikinya.

Senthong untuk kamar yang biasa juga tempat menyimpan pusaka. Gandhok untuk ruang tidur keluarga atau pun tamu yang menginap.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: cagar budayaGempa bumi 2006KotagedeLaretna Trisnantari AdishaktiMataram IslamOmah UGMrumah tradisionalUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi varian Omicron. Foto Alexandra_Koch/pixabay.com.

Puncak Kasus Omicron di Indonesia Diprediksi Februari-Maret, Begini Hitungannya

Discussion about this post

TERKINI

  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media