Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pernah Terjadi di Gunungkidul, Daryono: Tragedi Wisata Danau Furnas Brasil Pelajaran Penting untuk Kita

Rabu, 12 Januari 2022
A A
Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Daryono, Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG. Foto Facebook @daryonobmkg.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG, Daryono menaruh perhatian serius atas tragedi runtuhnya tebing di Danau Furnas, Minas Gerais, Brasil, pada Sabtu, 8 Januari 2022, yang menyebabkan tewasnya wisatawan.

Kejadian serupa ternyata pernah terjadi di kawasan wisata alam di Kabupaten Gunungkidul, Provinsi D.I Yogyakarta.

Daryono sejak Selasa, 11 Januari 2022 hingga Rabu, 12 Januari 2022, menulis kejadian runtuhnya tebing di wisata alam itu, di akun media sosial, facebook miliknya.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Dikatakannya, peristiwa runtuhnya tebing danau atau pantai dapat terjadi di mana saja. Selama tebing mengalami ketidakstabilan lereng kemudian ada gaya pemicu maka runtuhan dan longsoran dapat terjadi.

Peristiwa runtuhnya tebing di tepi Danau Furnas, sebenarnya fenomena biasa yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Hal ini karena berdasarkan proses longsornya, longsoran dibedakan dalam beberapa macam, dan apa yang terjadi dan menimpa wisatawan di Danau Furnas merupakan jenis flexural toppling failure.

“Kita mengenalnya sebagai longsoran guling (Toppling Failure) di mana longsoran ini terjadi pada lereng batuan dengan kemiringan bidang lemah yang berlawanan arah terhadap kemiringan lereng dan biasanya pada batuan keras dimana struktur lemahnya berbentuk kolom atau kekar-kekar vertical,” tulis Daryono.

Baca Juga: Atasi Kulit Gatal dan Berminyak dengan Sabun Kulit Bawang Merah

Flexural Toppling yaitu jenis longsoran guling setelah mengalami lenturan. Keruntuhan lentur ini sering terjadi pada lereng baik lereng buatan maupun lereng alami dengan struktur perlapisan anticlinal.

 Runtuhnya tebing Danau Furnas di Capitolio, Brasil, pada 8 Januari 2022. Foto Instagram @viralupdateindo.

Runtuhnya tebing Danau Furnas di Capitolio, Brasil, pada 8 Januari 2022. Foto Instagram @viralupdateindo.

 

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BrasilDanau FurnasDaryonoekowisataGunungkidultebing runtuhwisata alamwisata geoparkYogyakarta

Editor

Next Post
Ilustrasi karantina Covid-19. Foto ELG21/pixabay.com.

PTM Masa Pandemi, Dokter Anak: Idealnya Komponen Sekolah Telah Vaksinasi 100 Persen

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media