Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengoptimalkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Menjernihkan Air

Tujuannya untuk mengurangi limbah gigi dan tulang, sekaligus meningkatkan kualitas air.

Rabu, 4 September 2024
A A
Ilustrasi tulang dan gigi hewan.Foto vperez/pixabay.com.

Ilustrasi tulang dan gigi hewan.Foto vperez/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Limbah gigi dan tulang yang ada di Indonesia masih belum banyak digunakan. Sebagian besar masyarakat membuang limbah tersebut. Padahal dalam limbah tersebut terdapat kandungan hidroksiapatit yang dapat digunakan untuk menjernihkan air.

Atas dasar itulah, Tim PKM Video Gagasan Konstruktif (VGK) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri dari Aulia Pradnya Maharani, Orchidthania Putri, Gugun Hutagalung, Danial Bagus Setiawan, dan Anna Hamidah, mengusung ide pemanfaatan limbah gigi dan tulang yang berasal dari manusia dan hewan.  Tim yang berasal dari berbagai disiplin ilmu ini

“Kami merancang bagaimana pemanfaatan limbah gigi dan tulang dapat digunakan lebih optimal pada proses filtrasi air limbah menjadi air yang siap pakai untuk sistem irigasi sawah,” ujar ketua tim, Aulia di kampus UGM, Rabu 4 September 2024.

Baca Juga: Mengenal Siput Usal yang Biasa Dikonsumsi Masyarakat Pesisir Gunungkidul

Menurut Aulia ide inovasi yang diusung berasal dari permasalahan yang terletak di daerah Sleman. Di sana terdapat kawasan pemukiman padat penduduk dan ada sawah di dekat kawasan itu. Di sisi lain, pemanfaatan limbah gigi dan tulang yang masih minim dapat diintegrasikan untuk dijadikan filtrat. Fungsinya untuk mengolah air limbah tinja yang berasal dari kawasan penduduk sekitar.

Anggota PKM, Danial mengatakan ide yang bernama “Hydrosan” dapat memberikan dampak jangka panjang yang lebih baik pada sistem sanitasi air.

“Tentunya kami berharap inovasi yang diusung dapat menciptakan ketahanan pangan yang ada di Indonesia di tengah ketidakpastian iklim dan memberikan manfaat kepada para petani,” tutur dia.

Baca Juga: Gelombang Internal di Bawah Laut Dapat Prediksi Perubahan Iklim

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: limbah gigi dan tulangmenjernihkan airsaluran irigasi sawahsistem sanitasi airTim PKM VGK UGM

Editor

Next Post
Paus Fransiscus bertemu masyarakat adat. Foto Vatican News.

Paus Fransiskus Diminta Bebaskan Masyarakat Adat Indonesia dari Penindasan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media