Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Siput Usal yang Biasa Dikonsumsi Masyarakat Pesisir Gunungkidul

Siput usal dimasak menjadi makanan tradisional, seperti tongseng usal, sate usal, dan oseng-oseng usal.

Rabu, 4 September 2024
A A
Siput usal. Foto BRIN.

Siput usal. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Periset Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dwi Eny Djoko Setyono menyampaikan telah terjadi perubahan pola makan penduduk di dunia dari mengonsumsi biota darat ke biota air (produk perikanan) yang memiliki nilai gizi tinggi dan sehat.

Peningkatan populasi masyarakat dunia serta kebutuhan akan makanan yang bergizi merupakan faktor yang mendorong masyakarat di dunia beralih untuk mengonsumsi biota air, seperti ikan, siput, dan rumput laut.

Tak terkecuali masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mengingat Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten dengan garis pantai terpanjang di Indonesia yang mencapai sekitar 91,12 km. Kondisi itu menjadikan Gunungkidul memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar.

Baca Juga: Gelombang Internal di Bawah Laut Dapat Prediksi Perubahan Iklim

“Salah satu biota air yang berpotensi sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat pesisir adalah siput usal (Turbo Spp),” kata Djoko, Senin, 2 September 2024.

Menurut Djoko, usal yang banyak ditemukan di kawasan pantai Gunungkidul itu sudah lama dikonsumsi masyarakat pesisir di sana. Usal dimasak menjadi makanan tradisional, seperti tongseng usal, sate usal, dan oseng-oseng usal.

Siput usal memiliki nilai gizi dan protein tinggi. Daging usal memiliki kandungan protein 58,38 hingga 70,34 persen, serta kandungan lemak 2,21 hingga 6,87 persen. Usal juga memiliki kandungan vitamin esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, B12, dan E.

Baca Juga: Antisipasi Penyebaran Mpox Berlakukan Healthpass bagi Wisman dan Wisnas

“Usal kaya akan mineral makro dan mikro, seperti kalium, kalsium, magnesium, besi, seng, tembaga, dan selenium yang sangat dibutuhkan tubuh, khususnya anak-anak dan ibu hamil,” papar dia.

Ia menambahkan, kandungan protein usal lebih tinggi daripada ikan sehingga dapat dijadikan sebagai sumber protein keluarga. Mengonsumsi usal dapat membantu mencegah anemia bagi ibu hamil dan stunting bagi anak-anak, karena memiliki kandungan kalsium sangat tinggi yang bermanfaat untuk perkembangan tulang bagi janin.

“Jadi bayi akan lahir dan tumbuh sehat,” terang Djoko.

Baca Juga: Jelang SNDC, Pemerintah Perlu Koreksi Komitmen Iklim yang Adil Bagi Kelompok Rentan

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: garis pantaiKabupaten Gunungkidulprotein tinggisiput usalTurbo Spp

Editor

Next Post
Ilustrasi tulang dan gigi hewan.Foto vperez/pixabay.com.

Mengoptimalkan Limbah Gigi dan Tulang Hewan untuk Menjernihkan Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
  • Gedung KPK | kpk.go.id.OTT KPK di BNPB, Kepala BNPB Langsung Diganti
    In News
    Kamis, 15 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media