Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Menhut akan Susun Syarat Pendakian Berdasar Tingkat Kesulitan Setiap Gunung

Upaya ini dinilai untuk menambah pengamanan keselamatan, terlebih gunung-gunung di Indonesia memiliki kondisi dan tingkat kesulitan yang beragam.

Rabu, 2 Juli 2025
A A
Pemandangan indah di punggung Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.

Pemandangan indah di punggungan Gunung Rinjani, 1 Mei 2023. Foto Al Mulki Fazri Ritonga/Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menjanjikan ada perbaikan di seluruh kawasan konservasi di taman nasional, khususnya untuk pendakian. Perbaikan ini merupakan bagian dari evaluasi prosedur keamanan dalam pendakian pasca insiden kecelakaan wisatawan asal Brasil, Juliana Marins yang mendaki Gunung Rinjani pada 21 Juni 2025 lalu.

“Kami harus hati-hati sekali tentang pengelolaan taman nasional untuk pendakian,” ujar Raja Juli dalam rapat, Rabu, 2 Juli 2025.

Selain dihadiri Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE Nandang Prihadi, Kepala Balai TN Gunung Rinjani Yarman, beserta jajaran Kemenhut, Raja Juli juga mengundang empat dari tujuh personil rescuer yang turun ke lapangan untuk mengevakuasi jenazah Juliana. Mereka adalah Abdul Haris Agam dan Herna Hadi Prasetyo dari Rinjani Squad, Mustiadi dari Edelweiss Medical Help Center (EMHC), dan Samsul Padli dari Unit SAR Lombok Timur.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Desak Cabut Gugatan Hukum terhadap Ahli Lingkungan

Sementara berdasarkan hasil dari rapat antara Kementerian Kehutanan dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada 30 Juni 2025 disebutkan, perlu ada peningkatan Standard Operating Procedure (SOP) yang merupakan upaya perbaikan yang dimaksud.

Tiga perbaikan yang dimaksud adalah, pertama, penting untuk mendefinisikan safety first sebelum pendakian. Dalam mendefinisikan parameter keselamatan ini perlu melibatkan guide, porter dan petugas yang bertugas di lapangan.

“Seperti apa measurement-nya. Ini dapat diperoleh dengan prinsip teori partisipatif melibatkan orang-orang yang memang berada di lapangan,” tutur dia.

Baca juga: Tambang, Limbah dan Hilir Mudik Kapal Tongkang Ancam Ekosistem Ikan Kerapu Raja Ampat

Kedua, menambahkan sign board berupa pemasangan papan penanda keselamatan di titik-titik rawan, peningkatan jumlah dan jarak posko pengamanan. Juga penerapan gelang Radio Frequency Identification (RFID) atau Emergency Locator Transmitter (ELT) untuk memudahkan pendeteksian apabila terjadi kondisi darurat. Sejauh ini, gelang RFID baru diterapkan untuk pendakian di Gunung Merbabu.

“Soal rencana gelang RFID ini harus segera diimplementasikan,” tutur dia.

Ketiga, penyusunan sistem klasifikasi tingkat bahaya jalur pendakian. Dengan sistem ini, pendaki akan diarahkan sesuai tingkat pengalaman dan kesiapan mereka.

Baca juga: DPR Janji Pantau Aksesibilitas Transportasi Masyarakat Adat di Pulau Enggano

“Jadi ada syarat pendakian berdasarkan level kesulitan tiap-tiap gunung di Indonesia,” kata Raja Juli.

Upaya ini dinilai untuk menambah pengamanan keselamatan, terlebih gunung-gunung di Indonesia memiliki kondisi dan tingkat kesulitan yang beragam. Selain itu akan meningkatkan sertifikasi bagi pemandu wisata dan pendakian.

Dalam pertemuan ini, disepakati pula penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kementerian Kehutanan dan Basarnas terkait penanganan keadaan darurat di kawasan konservasi. Peningkatan sinergi ini juga mencakup edukasi masyarakat terkait pentingnya kesiapan dan tanggung jawab sebelum beraktivitas di kawasan konservasi.

Baca juga: Ikan Napoleon, Penjaga Ekosistem Terumbu Karang yang Terancam Tambang

“Menjelajahi taman nasional bukan sekadar wisata biasa, perlu persiapan, pengetahuan, dan kesadaran akan risiko yang ada,” tegas Raja Juli.

Sementara Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menegaskan bahwa peningkatan kapasitas potensi SAR di seluruh kawasan konservasi menjadi sangat penting.

“Kami akan melibatkan lebih banyak unsur relawan dan masyarakat sekitar, termasuk porter lokal yang memiliki kemampuan fisik luar biasa, untuk dilatih dan dipersiapkan sebagai bagian dari potensi SAR,” ujar dia.

Baca juga: Jatam Tegaskan Proyek Baterai Kendaraan Listrik di Halmahera Bukan Solusi, Tapi Ecocide

Apresiasi tim evakuasi

Sebelumya, Raja Juli mengundang tim gabungan evakuasi Juliana ke Jakarta, Selasa, 1 Juli 2025 untuk menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi. Apresiasi diberikan kepada Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi; Khafid As’Adi dan I Gede Lanus dari SAR Mataram; Samsul Padli, Muhammad Saopil Amri, Randi Paozan, dan Rio Pratama dari Unit SAR Lombok Timur; Gunawan Qausari dari Damkar Lombok Timur.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Basarnasgelang RFIDKementerian KehutananKementerian PariwisataSOP Pendakian EkstremSquad Rinjanisyarat pendakian

Editor

Next Post
Lumba-lumba Irrawaddy. Foto Tan Someth Bunwath/WWF.

Pesut Mahakam Tinggal 62 Ekor Akibat Limbah Tambang dan Domestik

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media