Baca juga: Ini Pemicu Gempa Tsunami di Kepulauan Talaud Sulawesi Utara
Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Depok terhadap Prokasih dan penertiban industri yang melanggar baku mutu lingkungan.
“Dalam waktu satu minggu, kami akan turun bersama tim terpadu untuk melakukan penertiban dan memastikan seluruh industri di seluruh aliran Sungai Cipinang di wilayah Depok memenuhi baku mutu lingkungan. Pemkot Depok berkomitmen penuh untuk menjadikan sungai ini bersih, aman, dan berkelanjutan,” ujar Chandra.
Pemerintah daerah bersama KLH/BPLH juga mempercepat penyusunan dan penetapan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Air (RPPMA) di daerah aliran sungai dengan prioritas sebagai pedoman bersama dalam pengendalian pencemaran udara dan mendorong koordinasi lintas wilayah.
Menteri Hanif juga menekankan pentingnya pemantauan dan pengawasan berbasis masyarakat yang berkelanjutan karena menjadi mekanisme paling efektif untuk mencegah pencemaran ulang.
Baca juga:Putusan Anti SLAPP Bambang Hero dan Basuki Wasis, Perlindungan Pembela Lingkungan
“Komunitas adalah mata dan telinga pemerintah. Mereka tahu siapa yang membuang limbah, siapa yang menimbun, siapa yang mencemari. Saya ingin mereka punya ruang untuk melapor, mengawasi, dan ikut menertibkan,” ujarnya.
Menteri Hanif menyerukan gerakan moral agar menjadi teladan nasional.
“Saya percaya, berawal dari gerakan lokal seperti inilah perubahan nasional dimulai. Bila setiap daerah menjaga sungainya, maka seluruh negeri akan bersih dan sehat. Itulah makna sesungguhnya dari pembangunan berkelanjutan yang berkeadilan bagi manusia dan alam,” imbuhnya.
Prokasih menjadi bagian strategi besar pemerintah dalam menjaga kualitas udara dan udara kawasan Jabodetabek, di tengah tantangan urbanisasi dan aktivitas ekonomi yang padat. KLH/BPLH menegaskan komitmen untuk terus mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. [WLC01]
Sumber: Kementerian Lingkungan Hidup







Discussion about this post