Dalam sambutannya, Siti mengungkapkan bahwaselama beberapa bulan terakhir, kebakaran hutan dan lahan telah menjadi berita utama di berbagai negara. Potensi fenomena El Nino menyebabkan kondisi menjadi lebih panas dan kering, sehingga berkontribusi meningkatkan jumlah hotspot dan luas areal yang terbakar.
“Karhutla tidak selalu dapat dihindari dalam beberapa kondisi tertentu. Kabut asap bukanlah sesuatu yang dapat diatasi dengan instan, termasuk kabut asap lintas batas,” lanjut Siti.
Melalui keberadaan ACCTHPC, AMS dapat meningkatkan upaya pencegahan, mitigasi, dan pemantauan kabut asap lintas batas. Bertujuan untuk dapat memenuhi kepentingan masyarakat ASEAN dan mencapai haze free ASEAN pada 2030.
Baca Juga: Dua Tahun, 90 Spesies Baru Tumbuhan dan Satwa Liar Ditemukan
ACCTHPC merupakan center ASEAN yang akan berlokasi di Jakarta, Indonesia. Pendirian ACCTHPC memiliki tujuan untuk memfasilitasi kerja sama dan koordinasi antara negara anggota ASEAN dalam mengatasi dampak karhutla, termasuk kabut asap lintas batas akibat karhutla.
Acara tersebut juga mengagendakan serah terima Signed Establishment Agreement of the ASEAN Center for Climate Change (ACC) dari Minister of Development Brunei Darussalam HE Dato Seri Setia Awang Haji Muhammad Juanda bin Haji Abdul Rashid kepada Deputy Secretary-General of ASEAN for ASEAN Socio Cultural Community. ACC akan berkedudukan di Brunei Darussalam. [WLC02]
Sumber: PPID KLHK
Discussion about this post