Dwikorita berharap para nelayan bisa memanfaatkan secara maksimal informasi cuaca maritim yang senantiasa diperbaharui BMKG. Nelayan akan selamat saat melaut dan mendapatkan hasil yang melimpah.
Dengan teknologi yang dimiliki BMKG saat ini, nelayan bisa membuat perencanaan sebelum melaut, melihat kondisi gelombang, kondisi arus sehingga nelayan tahu kapan tidak boleh melaut karena gelombang akan tinggi atau kapan bisa melaut. Teknologi yang ada juga memudahkan nelayan mendeteksi zona mana yang penuh ikan (fishing dome) dan yang tidak, sehingga bisa langsung ke sasaran untuk menangkap ikan, bukan mencari ikan.
“Nelayan langsung ke target untuk menangkap ikan. Tidak usah membuang waktu untuk mencari, itu berbahaya,” tegas Dwikorita.
Baca Juga: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter di Pesisir Selatan Laut Jawa Hari Ini
Selain itu, para nelayan juga bisa mengunakan sistem informasi cuaca maritim interaktif melalui aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), untuk mewaspadai terjadinya ancaman gelombang tinggi. Semisal pada system informasi menunjukkan warna gelombang merah, artinya gelombang tinggi.
“Jadi berhenti dulu, jangan berlayar. Menunggu sampai warnanya berubah menjadi lebih muda, artinya gelombangnya lebih rendah,” imbuh Dwikorita.
Selain produktivitas tangkap ikan bisa meningkat, bekal pengetahuan itu juga untuk meminimalkan tingkat kecelakaan di laut. [WLC02]







Discussion about this post