Selasa, 11 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Minimalisir Risiko Kecelakaan Laut, Nelayan Ikut Sekolah Lapang Cuaca

Perubahan iklim berdampak pada nelayan dalam menentukan waktu yang tepat untuk melaut. Salah satu solusinya dengan SLCN. Apakah itu?

Sabtu, 13 Agustus 2022
A A
Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya meminimalisir kecelakaan laut, nelayan Indonesia perlu meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang informasi cuaca maritim melalui Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN). Sekolah itu digelar Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di berbagai wilayah pesisir sebagai bentuk dukungan BMKG terhadap pembangunan sektor perikanan dan kelautan Indonesia.

“Risiko kecelakaan laut kecil, produktivitas hasil tangkapan ikan dan kesejahteraan nelayan akan meningkat,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam SLCN 2022 bertema “Dengan SLCN Wujudkan Nelayan Hebat, Selamat dan Sejahtera” di Desa Tayu Wetan Kecamatan Tayu Kabupaten Pati, Jawa Tengah pada 10 Agutus 2022. Juli lalu, SLCN serupa juga digelar untuk para nelayan Cilacap.

Lantas apa fungsi SLCN? Bukankah selama ini para nelayan punya cara sendiri untuk memprediksi kapan waktu tepat melaut dan tidak?

Baca Juga: Walhi: Krisis Iklim dan Penangkapan Ikan Terukur Sebabkan Jumlah Nelayan Turun

Persoalannya, cuaca masa ini tak mudah ditebak seiring perubahan iklim. Musim kemarau masih diwarnai hujan, bahkan di beberapa daerah hujan deras dan banjir. Selama ini, Dwikorita menjelaskan, BMKG bertugas melakukan observasi, analisis, dan prakiraan kondisi cuaca, iklim hingga gelombang.

Cuaca ekstrem di laut tidak jarang mengakibatkan kecelakaaan laut yang fatal. Sewaktu-waktu terjadi peringatan dini, BMKG bisa menyebarluaskan informasi prakiraan.

“Dan informasi itu harus dipahami oleh pengguna. Pengguna yang membutuhkan di laut adalah nelayan,” ucap Dwikorita.

Baca Juga: Diserang Buaya 3 Meter, Sampan Nelayan Pelalawan Karam

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: gelombang tingginelayanperubahan iklimriiko kecelakaanSekolah Lapang Cuaca NelayanSLCN

Editor

Next Post
BKSDA Aceh berhasil selamatkan harimau sumatra korban jerat. Foto ppid.menlhk.go.id.

Gerak Cepat BKSDA Aceh Selamatkan Harimau Sumatra Korban Jerat

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media