Minggu, 1 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mirzam Abdurrachman, Erupsi Gunung Ruang Pernah Picu Tsunami Tahun 1871

Tsunami merupakan salah satu potensi bahaya erupsi gunung api yang berada di tengah laut.

Selasa, 23 April 2024
A A
Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Ahli Vulkanologi ITB, Mirzam Abdurrachman. Foto Dok. Pribadi.

Share on FacebookShare on Twitter

Dia menjelaskan letusan Gunung Ruang dapat memicu tsunami apabila material longsor masuk ke laut atau apabila lereng gunung api runtuh. Kemudian Gunung Ruang pun dapat mengeluarkan aliran lava serta piroklastik yang panas dan dapat berbahaya bagi masyarakat di sekitarnya.

“Selain itu, abu vulkanik yang dihasilkan juga dapat menganggu kesehatan pernapasan serta merusak ekosistem sekitarnya,” papar dia.

Baca Juga: Erupsi Gunung Ruang Masa ke Masa dari Normal Jadi Awas

Hal lain yang terjadi saat erupsi Gunung Ruang yang menjadi perhatian publik adalah munculnya fenomena seperti kilatan. Mirzam menjelaskan, dalam aktivitas gunung api, kilatan tersebut merupakan sesuatu yang umum terjadi.

“Ketika gunung api meletus, umumnya partikel-partikel ikut terlontar dan bergesekan satu dengan lainnya, sehingga menimbulkan yang namanya kilat erupsi atau volcanic eruption lighting,” jelas Mirzam.

Tsunami Vulkanik Gunung Ruang

Mengacu pada sejarah, erupsi Gunung Ruang pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1871 dengan skala letusan atau Volcanic Explosity Undex sebesar 2. Kurang lebih 400 orang tewas akibat bencana tersebut. Tsunami yang terjadi disebut juga dengan tsunami vulkanik atau jenis tsunami yang dihasilkan oleh aktivitas vulkanik.

Baca Juga: Fokus Penanggulangan Erupsi Gunung Ruang 8000 Warga Mengungsi

“Saat letusan pada 1871 itu, ada saksi mata yang mengatakan tsunami yang terjadi tingginya 5 meter. Namun ada pula yang mengatakan sampai 25 meter di pulau sekitar. Artinya, kejadian itu dapat memberikan dampak,” kata Mirzam.

Hingga kini informasi mengenai riwayat letusan Gunung Ruang masih terbatas. Namun, ia mengingatkan apabila ada jeda waktu yang panjang antara letusan dapat menunjukkan akumulasi energi gunung api di letusan selanjutnya akan lebih besar.

Baca Juga: Tiga Orang Tewas Terdampak Longsor dan Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru

“Jadi intevalnya tidak banyak, tapi kami bisa memahami bahwa akumulasi volumenya akan jauh lebih banyak ketika jeda erupsinya lebih panjang, dibandingkan dengan yang jarak erupsinya pendek,” papar dia.

Ia pun mengingatkan, bahwa perlu dipahami gunung api meletus adalah cara mereka mengeluarkan energi dan mencapai keseimbangan. Letusan dapat terjadi secara besar sekaligus atau sedikit demi sedikit, tergantung karakteristik gunung api tersebut. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ahli Vulkanologi ITBbusur gunung apierupsi Gunung Ruanggunung api stratoMirzam Abdurrachmantsunami vulkanik

Editor

Next Post
Wapres Ma'ruf Amin buka Rakornas PB 2024 di Bandung, 24 April 2024. Foto Dok. BNPB.

Wapres Dorong Penanggulangan Bencana Lewat Kecerdasan Buatan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi mekanisme terbentuknya bencana longsoran di wilayah Kabupaten Bandung Barat. Ilustrasi Imam Achmad Sadisun/ITB.Begini Mekanisme Aliran Lumpur Saat Longsor Bandung Barat
    In IPTEK
    Jumat, 30 Januari 2026
  • Tiga petani di Pino Raya di Bengkulu Selatan dikriminalisasi. Foto Dok. Walhi.Petani Korban Penembakan di Pino Raya Dikriminalisasi
    In News
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Kawasan Kabupaten Bandung Barat yang terdampak longsor. Foto KLH/BPLH.Longsor Bandung Barat, KLH Sebut Ada Kerapuhan pada Struktur Tutupan Lahan
    In Lingkungan
    Kamis, 29 Januari 2026
  • Pakar Gempa Bumi UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto researchgate.net.Gayatri Marliyani, Kemungkinan Aktivitas Sesar Opak Akibat Tekanan dari Gempa Pacitan
    In Sosok
    Rabu, 28 Januari 2026
  • Proses operasi modifikasi cuaca (OMC). Foto Dok. BMKG.BMKG Bantah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi Pemicu Ketidakstabilan Cuaca
    In News
    Rabu, 28 Januari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media