Selasa, 8 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mochammad Lazuardi, Ciptakan Drench untuk Memudahkan Hewan Minum Obat

Tak hanya manusia, hewan pun butuh minum obat ketika sakit. Namun butuh alat untuk memudahkan obat sampai ke lambung hewan.

Senin, 6 Februari 2023
A A
Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat hewan sakit juga memerlukan obat untuk kesembuhannya seperti manusia. Sementara tak hanya hewan ternak yang membutuhkan obat, binatang buas pun membutuhkannya. Sementara obat terdiri dari berbagai macam sediaan, seperti sirup, suspensi, dan lainnya.

“Sediaan bentuk suspensi membutuhkan cairan untuk melarutkan obatnya,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Mochammad Lazuardi.

Obat yang masuk ke tubuh hewan harus dipastikan sampai ke lambung. Jika tidak, maka akan mempengaruhi khasiat obat.

Baca Juga: NTT Rawan Bencana, BMKG Siapkan Pelayanan Terpadu dan Radar Cuaca

“Karena setiap obat punya karakteristik berbeda,” kata Lazuardi.

Persoalannya, hewan memiliki keterbatasan dalam mengkonsumsi obat-obatan. Memberi obat kepada hewan tidak mudah.

“Meski ada hewan yang mudah dikendalikan, bisa saja hewan itu memainkan lidahnya sehingga obat malah masuk ke dalam paru-paru, bukan lambung,” terang Lazuardi.

Baca Juga: MOU KLHK dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo untuk Keanekaragaman Hayati

Lantaran itu pula, Lazuardi membuat inovasi baru dengan menciptakan drench penakar obat minum hewan besar. Ia memberi nama “Drench Lazuardi”.

Memudahkan Obat Sampai Lambung

Drench Lazuardi dibuat untuk memudahkan pemilik hewan atau penjaga kandang memberikan obat kepada hewan dan tepat sampai ke lambung. Uniknya, inovasi ini juga melakukan pencampuran obat, seperti sediaan suspensi dengan cairan agar tercampur dengan baik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: binatang buasDrench LazuardiHak Kekayaan Intelektualhewan ternakmelarutkan obatpenakar obatUnair

Editor

Next Post
Rumah produksi kopi di areal perhutanan sosial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto walhi.org.

Pendamping Petani Minta Jokowi Selesaikan SK Perhutanan Sosial 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media