Selasa, 3 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mochammad Lazuardi, Ciptakan Drench untuk Memudahkan Hewan Minum Obat

Tak hanya manusia, hewan pun butuh minum obat ketika sakit. Namun butuh alat untuk memudahkan obat sampai ke lambung hewan.

Senin, 6 Februari 2023
A A
Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Saat hewan sakit juga memerlukan obat untuk kesembuhannya seperti manusia. Sementara tak hanya hewan ternak yang membutuhkan obat, binatang buas pun membutuhkannya. Sementara obat terdiri dari berbagai macam sediaan, seperti sirup, suspensi, dan lainnya.

“Sediaan bentuk suspensi membutuhkan cairan untuk melarutkan obatnya,” kata Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof. Mochammad Lazuardi.

Obat yang masuk ke tubuh hewan harus dipastikan sampai ke lambung. Jika tidak, maka akan mempengaruhi khasiat obat.

Baca Juga: NTT Rawan Bencana, BMKG Siapkan Pelayanan Terpadu dan Radar Cuaca

“Karena setiap obat punya karakteristik berbeda,” kata Lazuardi.

Persoalannya, hewan memiliki keterbatasan dalam mengkonsumsi obat-obatan. Memberi obat kepada hewan tidak mudah.

“Meski ada hewan yang mudah dikendalikan, bisa saja hewan itu memainkan lidahnya sehingga obat malah masuk ke dalam paru-paru, bukan lambung,” terang Lazuardi.

Baca Juga: MOU KLHK dan Yayasan ARSARI Djojohadikusumo untuk Keanekaragaman Hayati

Lantaran itu pula, Lazuardi membuat inovasi baru dengan menciptakan drench penakar obat minum hewan besar. Ia memberi nama “Drench Lazuardi”.

Memudahkan Obat Sampai Lambung

Drench Lazuardi dibuat untuk memudahkan pemilik hewan atau penjaga kandang memberikan obat kepada hewan dan tepat sampai ke lambung. Uniknya, inovasi ini juga melakukan pencampuran obat, seperti sediaan suspensi dengan cairan agar tercampur dengan baik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: binatang buasDrench LazuardiHak Kekayaan Intelektualhewan ternakmelarutkan obatpenakar obatUnair

Editor

Next Post
Rumah produksi kopi di areal perhutanan sosial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto walhi.org.

Pendamping Petani Minta Jokowi Selesaikan SK Perhutanan Sosial 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media