Selasa, 6 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mochammad Lazuardi, Ciptakan Drench untuk Memudahkan Hewan Minum Obat

Tak hanya manusia, hewan pun butuh minum obat ketika sakit. Namun butuh alat untuk memudahkan obat sampai ke lambung hewan.

Senin, 6 Februari 2023
A A
Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Guru Besar FKH Unair, Prof. MochammadLazuardi. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sukses itu berkaitan dengan bentuk sediaannya. Kalau suspensi harus dikocok agar tercampur cairan dengan baik,” kata Lazuardi.

Baca Juga: Aktivitas Kawah Bromo Meningkat, Gunung Semeru Meletus

Inovasi yang telah mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) itu menggunakan konsep gaya sentripetal dan sentrifugal untuk membantu melarutkan obat. Alat yang diciptakan ini berkapasitas 750cc untuk memudahkan pengguna.

Tak hanya bermanfaat bagi hewan maupun pemiliknya saja, manusia pun turut memperoleh manfaat dari inovasi ini. Jika obat yang masuk ke tubuh hewan tepat sampai lambungnya, maka manusia yang mengkonsumsi daging, susu, hingga telur dari hewan tersebut akan terhindar dari residu obat.

Inovasi Pertama Dunia

Drench Lazuardi pun disebut inovasi pertama di dunia. Bahkan tengah dipersiapkan untuk dipasarkan secara nasional dan global. Nantinya, inovasi ini akan beredar di Indonesia atau Asia Tenggara.

Baca Juga: Dua Beruang Madu Korban Jerat di Perkebunan Sekitar TNGL Langkat

“Jadi kemasan sekunder obat-obatan hewan yang beredar di daerah ini akan disertai dengan drench,” terang Lazuardi.

Lazuardi menyatakan akan terus mengembangkan inovasinya. Nantinya, drench akan disertai dengan penutup khusus. Sebab memberikan obat di tempat terbuka atau kondisi polusi tinggi seperti kota besar akan menyebabkan obat berisiko menyerap udara kotor.

“Penutup akan bersifat kedap atau hampa. Nantinya akan bermanfaat untuk membersihkan kuman,” ucap Lazuardi. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: binatang buasDrench LazuardiHak Kekayaan Intelektualhewan ternakmelarutkan obatpenakar obatUnair

Editor

Next Post
Rumah produksi kopi di areal perhutanan sosial di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Foto walhi.org.

Pendamping Petani Minta Jokowi Selesaikan SK Perhutanan Sosial 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media