Sabtu, 18 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Musim Hujan Memicu Peningkatan Potensi Erupsi Gunung Semeru

Air yang masuk akan terpanaskan, berubah menjadi uap, menambah tekanan, dan kemudian letusan terjadi.

Senin, 24 November 2025
A A
Penampakan awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Minggu, 23 November 2025. Foto Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Penampakan awan panas guguran Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, Minggu, 23 November 2025. Foto Bidang Pengolahan Data dan Sistem Informasi BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

Terkait kenaikan status Semeru dari Waspada ke Siaga, Mirzam menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan PVMBG karena meningkatnya parameter vulkanik.

Intensitas gempa vulkanik yang semakin sering selain parameter lain seperti perubahan kandungan gas, kenaikan temperatur, dan deformasi. Kondisi ini menjadi dasar utama peningkatan status.

Baca juga: Warga Desak PT GKP Angkat Kaki dari Pulau Wawonii Berdasar Putusan MA

Ia juga menekankan pentingnya pemantauan melalui sumber resmi. Kondisi aktual aktivitas gunung sebaiknya selalu dilihat melalui pembaruan PVMBG atau aplikasi Magma Indonesia.

“Jika letusan semakin jarang dan letusan semakin kecil, maka pertanda gunung api ini berangsur membaik seperti halnya orang sakit batuk yang semakin jarang batuk dan melemah batuknya,” ujar dia.

Patuhi rekomendasi resmi

Untuk langkah mitigasi, Mirzam mengimbau masyarakat agar mengikuti instruksi lembaga berwenang, seperti arahan PVMBG. Misalnya, mengungsi ke area aman di luar zona bahaya yang direkomendasikan.

Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, ia menyarankan penggunaan masker basah untuk menurunkan risiko paparan abu. Sebab masker basah dapat meningkatkan daya rekat dan daya hisap terhadap abu vulkanik.

Baca juga: Longsor Banjarnegara, Operasi SAR Diperpanjang Tiga Hari

Berdasarkan data sementara hingga Minggu, 24 November 2025, lokasi terdampak berada di 3 desa di 2 kecamatan. Desa-desa terdampak adalah Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, dan Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro.

Dampak korban jiwa terdapat tiga warga luka berat. Mereka telah dirujuk dan dirawat di RSUD Dr. Haryoto Lumajang. Sedangkan kerugian material terdiri dari rumah rusak berat 21 unit serta fasdik, faskes dan gardu PLN masing-masing rusak berat 1 unit. Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 ha rusak.

Sementara Pemerintah Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat erupsi Gunung Semeru selama tujuh hari, terhitung 19 – 25 November 2025. Status aktivitas vulkanik gunung ini berada pada level tertinggi atau level IV (Awas). [WLC02]

Sumber: ITB, BNPB 

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: erupsi Gunung SemeruFakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITBIkatan Ahli Geologi IndonesiaMirzam AbdurrachmanMusim hujan

Editor

Next Post
Banjir di Padang Pariaman, Sumatra Barat, 23 November 2025. Foto BPBD Padang Pariaman.

Delapan Kecamatan di Padang Pariaman Tergenang Luapan Banjir Empat Sungai

Discussion about this post

TERKINI

  • Idea serahkan sengketa informasi terkait dokumen perizinan pendirian objek wisata di kawasan karst Gunungsewu di Gunungkidul, 14 April 2026. Foto KSKG.Dokumen Izin Wisata di Karst Gunungsewu Tertutup, Idea Serahkan Sengketa Informasi
    In News
    Selasa, 14 April 2026
  • Dokter menjelaskan kondisi paru-paru peserta ACF melalui hasil foto rontgen yang muncul hanya sesaat setelah melakukan rontgen. Foto Pusat Kedokteran Tropis UGM.Jemput Bola Eliminasi TBC Targetkan 3.000 Warga di Gunungkidul
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Cahaya jejak roket Jielong-3, 11 April 2026. Foto Dok. BRIN.Jejak Roket Cina Jielong-3 di Langit Indonesia
    In News
    Senin, 13 April 2026
  • Nelayan Maluku Utara membersihkan jaring dari lumpur sedimentasi. Foto Walhi Maluku Utara.Ancaman dan Peluang Nelayan di Tengah Cuaca Ekstrem
    In Lingkungan
    Minggu, 12 April 2026
  • Ilustrasi hasil rontgen paru pasien TB. Foto freepik.com.Eliminasi TBC, Temukan Kasus secara Aktif dan Waspada Batuk Lebih dari Dua Minggu
    In Rehat
    Sabtu, 11 April 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media