Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nahrowi Ramli: Ganti Impor 1 Juta Pakan Ternak dengan Maggot

Tak hanya beras yang diimpor,pakan ternak pun impor. Guru Besar IPB University punya solusi pakan alternatif sehingga tak perlu impor.

Sabtu, 14 Oktober 2023
A A
Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Nahrowi Ramli.Foto fapet.ipb.ac.id.

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof. Nahrowi Ramli.Foto fapet.ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Tak hanya beras yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan makanan manusia Indonesia. Kebutuhan pakan dalam negeri pun masih bergantung pada impor. Penyebabnya, Indonesia masih belum mampu membuat pakan ternak. Bahkan, industri pakan saat ini mengimpor meat bone meal (MBM) sekitar satu juta ton per tahun.

Guru Besar Fakultas Peternakan (Fapet) IPB University ini, Prof. Nahrowi Ramli memaparkan model bisnis maggot untuk pakan alternatif meat bone meal (MBM) pada industri pakan unggas, ikan, dan babi. Menurut dia, MBM dapat digantikan keberadaannya apple to apple oleh maggot.

Maggot adalah pakan yang terbuat dari larva black soldier fly (BSF). Bisnis maggot sangat menjanjikan.

Baca Juga: Krisis Air Ancaman Nyata dari Dampak Emisi GRK dan Pertambahan Penduduk

“Industri pakan saat ini mengimpor MBM sekitar satu juta ton per tahun atau setara dengan 10 triliun rupiah,” kata Pakar Teknologi Pakan IPB University, Nahrowi dalam talkshow bertajuk Model Bisnis Plasma Inti Larva Black Soldier Fly (BSF) Berbasis Ekonomi Masyarakat.

Alasan maggot menjadi pilihan yang tepat, karena kemampuannya untuk tumbuh dan berkembang dengan baik menggunakan media sampah organik yang tersedia. Ketersediaan sampah organik diperkirakan jumlahnya mencapai 53 persen dari total sampah di Indonesia, sekitar 30 juta ton per tahun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bibit maggotGuru Besar Fakultas Peternakan IPB University inilarva black soldier flymeat bone mealProf. Nahrowi Ramli

Editor

Next Post
Ilustrasi biodiesel dari minyak jelantah. Foto ebtke.esdm.go.id.

Emisi GRK Diklaim Turun 118 Juta Ton per Tahun 2022

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media