Selasa, 10 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakai Energi Terbarukan, Indonesia Hemat Biaya USD 600 Miliar Hingga 2050

Di tengah perubahan iklim, bukan lagi zamannya mempertahankan energi dari bahan bakar fosil. Energi terbarukan adalah pilihan tepat sekaligus hemat. Mengapa?

Minggu, 23 Oktober 2022
A A
Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Ilustrasi energi terbarukan. Foto pixel2013 /pixabay.com

Share on FacebookShare on Twitter

Outlook juga mengungkapkan, dalam 1,5-S, biaya bahan bakar dan listrik yang digunakan semua sektor penggunaan akhir mencapai lebih dari USD 7 triliun untuk periode hingga 2050. Angka ini setara dengan 69 persen dari total biaya sistem energi. Di dalam Outlook ini, terdapat tiga skenario dekarbonisasi untuk sistem energi Indonesia yang keseluruhan skenario menghasilkan total biaya sistem energi yang lebih rendah dibanding skenario energi yang direncanakan pemerintah.

Mengurangi Biaya Eksternalitas
Temuan lain yang terungkap dari Outlook adalah transisi dari bahan bakar fosil membantu mengurangi biaya eksternalitas terkait dengan polusi udara dan perubahan iklim. Dengan skenario 1,5 derajat, biaya eksternalitas tahunan yang dapat dihindari antara USD 200 miliar hingga USD 635 miliar. Artinya, Indonesia berpotensi menghemat antara USD 20 miliar dan USD 38 miliar per tahun atau sekitar 2 – 4 persen dari PDB saat ini apabil bertransisi ke jalur dekarbonisasi pada pertengahan abad.

Baca Juga: Indonesia Jadi Pusat Koordinasi ASEAN Pengendalian Pencemaran Asap

Untuk merealisasikan penghematan, Outlook merekomendasikan beberapa tindakan yang perlu dilakukan pemerintah Indonesia. Beberapa di antaranya diklasifikasi dalam kerangka regulasi dan hukum. Pertama, melanjutkan perampingan proses pengadaan energi terbarukan. Kedua, mengembangkan kerangka peraturan yang jelas dengan lelang energi terbarukan yang efektif dan mekanisme feed in tariff (FiT) yang berfungsi dengan baik.

Ketiga, mengembangkan solusi untuk menciptakan pasar energi terbarukan yang terdistribusi seperti membuat mekanisme renumerasi yang menarik bagi konsumen, memungkinkan partisipasi investor swasta di pasar mini dan off-grid. Keempat, mengatasi hambatan regulasi dan pasar dalam PPA, seperti meninjau syarat dan ketentuan PPA energi terbarukan saat ini demi mengatasi kekhawatiran investor. Dua rekomendasi ini terkait regulasi dan hukum.

Baca Juga: Kondisi Atmosfer 2023 Labil, Waspada Banjir Bandang dan Kekeringan

La Camera menegaskan, Indonesia mendapat berkah sumber daya energi terbarukan yang melimpah, sehingga memiliki posisi unik untuk mengembangkan sistem energi berkelanjutan yang dapat mendukung pembangunan sosial-ekonomi. Juga mengatasi perubahan iklim, sekaligus mencapai ketahanan dan ketahanan energi.

“Transisi energi sangat penting bagi Indonesia. Kami berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca dan berjanji mencapai target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 atau lebih cepat,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahan bakar fosilenergi terbarukanInternational Energy AgencyKementerian ESDMketahanan energilistriknet zero emissionsOutlookperubahan iklim

Editor

Next Post
Ilustrasi pembukaan hutan untuk pertambangan emas. Foto Mhy/pixabay.com

Hutan dan Karst di Trenggalek Terancam Rusak Akibat Eksplorasi Tambang Emas

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media