Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pakar Kehutanan dan Bank Dunia: Konsep Forest City IKN Perlu Partisipasi Masyarakat

Membangun daerah berkonsep hutan kota tak sekedar menanam pohon. Tanaman yang dipilih harus merupakan tanaman asli dari daerah yang akan dibangun. Bagaimana dengan hutan kota IKN?

Kamis, 24 Maret 2022
A A
Presiden Joko Widodo menanam pohon di titik nol IKN. Foto menlhk.go.id.

Presiden Joko Widodo menanam pohon di titik nol IKN. Foto menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo bersama Siti dan Ketua MPR, para menteri, 34 gubernur dan 15 tokoh masyarakat Kaltim menanam berbagai tanaman endemik Indonesia di titik nol ibu kota Nusantara pada 14 Maret 2022.

Jokowi menanam meranti merah (Shorea lepsura) yang merupakan salah satu spesies meranti cepat tumbuh yang banyak ditemui di Kalimantan. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, kayu meranti juga memiliki perakaran yang kuat.

Iriana Jokowi menanam pohon kamper (Dryobalanops aromatica), Siti menanam pakoba (Syzyqium luzonense), selanjutnya para gubernur menanam jenis endemik yang terkenal dari daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Walhi dan F-PKS: Lingkungan Terancam Rusak, Pemindahan IKN Harus Dihentikan

Rencananya, area penanaman di titik nol IKN akan dikembangkan menjadi Kebun Raya Rimba Botanika yang akan menjadi miniatur ekosistem hutan hujan tropis Kalimantan. Kebun raya ini akan berfungsi sebagai jalur ekologi dan pendidikan di seluruh kawasan dan jalur rekreasi.

Siti juga menjelaskan, bahwa IKN menggunakan konsep green city (kota hijau) dan forest city yang prinsip utamanya adalah mendesain ibu kota sesuai kondisi alam. Dimana seluruh prosesnya akan merefleksikan rendah emisi karbon dan dalam utilitas kotanya menerapkan sirkular ekonomi.

“Konsep forest city pastinya menerapkan kaidah konservasi dan memperhatikan koridor satwa, serta memanfaatkan sumber daya lahan dan air secara terpadu,” ucap Siti.

Persemaian Mentawir untuk 70 Persen Area Hutan

Persemaian Mentawir di Kaltim. Foto menlhk.go.id.
Persemaian Mentawir di Kaltim. Foto menlhk.go.id.

Untuk mendukung konsep pembangunan green city IKN yang 70 persen arealnya berupa hutan, KLHK tengah membangun persemaian Mentawir di dekat kawasan inti IKN seluas 120 hektare serta area persemaian dan bangunan sekitar 32,5 hektare. Persemaian ini menggunakan konsep KPBU (Kerjasama antara Pemerintah dan Badan Usaha), yaitu kerjasama patungan antara KLHK, Kementerian PUPR dan swasta yang dapat memproduksi bibit 15 – 20 juta per tahun.

Baca Juga: Solusi Bau Mulut Akibat Faktor Bawaan: Gosok Gigi dan Gosok Lidah

Lokasi persemaian Mentawir di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim. Jokowi yang meninjau lokasi menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengawali pembangunan IKN dengan merehabilitasi hutan yang ada.

“Inilah yang sudah sering saya sampaikan bahwa pembangunan IKN akan kami awali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada. Biar area-area di IKN dan sekitarnya kembali pada fungsi semula, yaitu hutan tropis, bukan hutan monokultur yang homogen,” kata Jokowi.

Dalam 6-7 bulan ke depan, persemaian Mentawir diharapkan dapat memproduksi 15-20 juta bibit pohon, seperti kayu nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan. Penanaman pohon-pohon tersebut diharapkan akan menarik satwa dan burung-burung untuk masuk ke habitatnya di IKN.

Baca Juga: Pakar Oseanografi: Air Laut Bisa Jadi Solusi Krisis Air Bersih di Indonesia

Siti menjelaskan nantinya jutaan bibit yang dihasilkan dari persemaian akan dibawa ke IKN untuk ditanam di lahan-lahan kritis. Sesuai permintaan Jokowi, lahan seluas 256 ribu hektare di seluruh daerah otorita IKN meliputi tutupan alam dan pepohonan 70 persen. Saat ini baru mencapai 42 persen tutupan hijau.

Perkiraannya, untuk mencapai 70 persen atau sekitar 80 ribu hektare membutuhkan waktu 2-3 tahun untuk penanaman. Hasilnya akan terlihat dalam 4-5 tahun.

“Sehingga konsep IKN sebagai green city akan betul-betul terlihat,” kata Siti. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: forest citygreen cityHutan hujan tropisIKNkehutananKLHKkoa hijaukota hutanNusantaraPresiden Jokowitanaman endemiktitik nol IKN

Editor

Next Post
Ilustrasi batuk. Foto nastya_gepp/pixabay.com.

Penderita TBC Laten Tak Bergejala, Pemerintah Gelar Skrining Tahun Ini

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media