Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penderita TBC Laten Tak Bergejala, Pemerintah Gelar Skrining Tahun Ini

Seperti Covid-19, ternyata penderita TBC juga ada yang tak bergejala. Masyarakat yang melakukan kontak erat dengan pasien TBC aktif harus melakukan skrining.

Kamis, 24 Maret 2022
A A
Ilustrasi batuk. Foto nastya_gepp/pixabay.com.

Ilustrasi batuk. Foto nastya_gepp/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penyakit tuberkolusis (TBC) di Indonesia menempati peringkat ketiga setelah India dan Cina. Jumlah kasus mencapai 824 ribu denan kematian 93 ribu per tahun atau setara dengan 11 kematian per jam. Bahkan tak hanya TBC aktif yang dapat dilihat gejalanya, melainkan ada TBC laten yang perlu diwaspadai. TBC laten diketahui tidak terlihat gejalanya dan bisa muncul kapan saja.

“Bakteri TBC laten bisa sembunyi di dalam tubuh. Orang yang kena bakterinya belum tentu terlihat sakit TBC,” kata Ketua Yayasan Stop TB Partnership dokter Nurul H.W. Luntungan dalam konferensi pers virtual, 22 Maret 2022.

Koordinator Substansi TBC, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakti Menular, Kementerian Kesehatan, dokter Tiffany Tiara Pakasi menambahkan, orang yang terpapar bakteri TBC laten terjadi biasanya memiliki imunitas yang bagus sehingga tak memunculkan gejala. Namun sebenarnya bakteri tersebut tidak hilang, melainkan dalam posisi tertidur.

Baca Juga: Anda Batuk karena Covid-19 atau Bukan, Bisa Dideteksi Alat Ini

“Ketika daya tahan tubuhnya menurun dan lain-lain sewaktu-waktu, dia bisa memicu bakteri tersebut menjadi tuberkulosis aktif,” kata Tiffany.

Hanya saja, pengendalian TBC laten belum lama masuk dalam program pemerintah. Penetapannya sebagai program eliminasi TBC setelah ada komitmen untuk mengakhiri TBC pada 2030.

“Dan pemerintah fokus pada kelompok yang paling berisiko, dalam hal ini kontak erat dari semua usia,” ucap Tiffany.

Skrining kontak erat dilakukan melalui pertanyaan dan pemeriksaan dengan tes tuberkulin pada kulit atau pemeriksaan melalui darah. Jika diketahui ada TBC laten, maka orang tersebut akan diberikan obat pencegahan TBC.

Baca Juga: Kemenkes: Meski Dipertimbangkan, Indonesia Sudah Proses Menuju Endemi Covid-19

Dalam tes tuberkulin, sejumlah kecil protein yang mengandung bakteri TBC akan disuntikkan ke kulit di bawah lengan. Bagian kulit yang disuntikkan lalu diperiksa setelah 48-72 jam. Apabila hasilnya positif, berarti orang tersebut telah terinfeksi TBC.

Persoalannya, TBC laten tidak bergejala dan kebanyakan masyarakat tidak mau melakukan skrining. Kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam menemukan dan mengobati orang dengan TBC.

“Jadi perlu edukasi,” kata Tiffany.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bakteri TBCbatukbergejalaKemenkeskontak eratskriningTBCTBC latentes tuberkulintuberkolusis

Editor

Next Post
Monumen Bandung Lautan Api. Foto bandung.go.id.

Berkunjung ke 10 Lokasi Penanda Jejak Peristiwa Bandung Lautan Api

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media