Senin, 3 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Pasien yang bergejala ringan akibat terpapar varian Omicron tak perlu dirawat di rumah sakit. Cukup isoman dan melakukan pengobatan di rumah.

Minggu, 30 Januari 2022
A A
Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah menerapkan strategi berbeda dalam penanganan pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta dan Omicron. Untuk varian Omicron memicu gejala ringan, seperti flu biasa, batuk, dan demam. Tingkat keparahannya lebih rendah, sehingga tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah. Pasien yang dirawat di rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman).

“Namun tingkat penularannya lebih cepat. Dalam waktu singkat kenaikan jumlah kasusnya cukup tinggi,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam konferensi secara virtual sebagaimana dilansir dari laman kemkes.go.id, Kamis, 27 Januari 2022.

Berkebalikan dengan gelombang Delta yang memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur.

Baca Juga: Kebijakan Penanganan Covid-19 Varian Omicron Berubah-ubah, Ini Alasannya

Bagi yang OTG atau asimtomatik atau bergejala ringan bisa sembuh tanpa harus ke rumah sakit. Meski demikian pemerintah tetap menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

“Yang perlu ke rumah sakit kalau ada lansia atau komorbidnya banyak. Dan cepat-cepatlah divaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi varian baru,” tutur Budi.

Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan adalah selalu pakai masker dan hindari kerumunan karena penularan semakin tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 3Tbergejala ringanisomankomorbidOmicronvaksinasivaksinasi boostervarian Deltavarian Omicron

Editor

Next Post
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Tips Pakar Unair Menghadang Omicron dengan Meningkatkan Imunitas

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media