Minggu, 10 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Pasien yang bergejala ringan akibat terpapar varian Omicron tak perlu dirawat di rumah sakit. Cukup isoman dan melakukan pengobatan di rumah.

Minggu, 30 Januari 2022
A A
Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pemerintah menerapkan strategi berbeda dalam penanganan pasien Covid-19 yang terpapar varian Delta dan Omicron. Untuk varian Omicron memicu gejala ringan, seperti flu biasa, batuk, dan demam. Tingkat keparahannya lebih rendah, sehingga tingkat perawatan di rumah sakit lebih rendah. Pasien yang dirawat di rumah sakit lebih sedikit daripada pasien yang melaksanakan isolasi mandiri (isoman).

“Namun tingkat penularannya lebih cepat. Dalam waktu singkat kenaikan jumlah kasusnya cukup tinggi,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi dalam konferensi secara virtual sebagaimana dilansir dari laman kemkes.go.id, Kamis, 27 Januari 2022.

Berkebalikan dengan gelombang Delta yang memiliki tingkat keparahan tinggi sehingga pemerintah harus mempersiapkan rumah sakit dengan banyak tempat tidur.

Baca Juga: Kebijakan Penanganan Covid-19 Varian Omicron Berubah-ubah, Ini Alasannya

Bagi yang OTG atau asimtomatik atau bergejala ringan bisa sembuh tanpa harus ke rumah sakit. Meski demikian pemerintah tetap menyiapkan tempat tidur perawatan di rumah sakit sebanyak 70.641. Kapasitas tempat tidur secara nasional berjumlah 120 ribu hingga 130 ribu.

“Yang perlu ke rumah sakit kalau ada lansia atau komorbidnya banyak. Dan cepat-cepatlah divaksin untuk memperkuat daya tahan tubuh dalam menghadapi varian baru,” tutur Budi.

Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan adalah selalu pakai masker dan hindari kerumunan karena penularan semakin tinggi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 3Tbergejala ringanisomankomorbidOmicronvaksinasivaksinasi boostervarian Deltavarian Omicron

Editor

Next Post
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Tips Pakar Unair Menghadang Omicron dengan Meningkatkan Imunitas

Discussion about this post

TERKINI

  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Grand Final Net Zero Steel Pathways Cohort 2026 bertema “Bridging the Landscape: Readiness & Viability in Indonesia’s Net Zero Steel Ecosystem”, 7 Mei 2026. Foto ITB.Teknologi Hidrogen Menuju Ekosistem Baja Rendah Karbon di Indonesia
    In IPTEK
    Jumat, 8 Mei 2026
  • Industri wisata On The Rock di bangun di atas karst Gunungsewu, Gunungkidul, Selasa, 6 Mei 2026. Foto Pito Agustin/wanaloka.com.Walhi Yogya Ingatkan, Sanksi Denda Industri Wisata di KBAK Gunungsewu Tak Membuat Jera
    In News
    Kamis, 7 Mei 2026
  • Ilustrasi konflik manusia dengan satwa liar. Foto yu_lys/Pixabay.com.El Nino Picu Karhutla dan Konflik Manusia dengan Satwa
    In Lingkungan
    Rabu, 6 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media