Jumat, 2 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Pasien yang bergejala ringan akibat terpapar varian Omicron tak perlu dirawat di rumah sakit. Cukup isoman dan melakukan pengobatan di rumah.

Minggu, 30 Januari 2022
A A
Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Ilustrasi dokter mengatasi varian Omicron. Foto Viki_B/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau bisa kerja di rumah saja, tidak usah pergi kemana-mana karena risiko penularan tinggi,” imbuh Budi.

Peningkatan 3T dan vaksinasi dosis lengkap

Tidak hanya di Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi. Penularan varian Omicron juga sudah sampai di daerah-daerah lain di Indonesia. Apalagi, daerah yang menjadi destinasi wisata dan mobilitas antar daerah tinggi. Menurut Epidemiolog UGM, Bayu Satria Wiratama, daerah perlu meningkatkan kembali kemampuan 3T-nya, yaitu pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing), dan perawatan (treatment), dan melakukan isolasi terpusat.

“Pemerintah perlu meningkatkan 3T. Dan masyarakat harus mau menerapkan prokes 5M, jika masih ingin beraktifitas leluasa seperti saat ini,” kata Bayu.

Baca Juga: Pasien Konfirmasi Omicron Bisa Isoman, Asalkan Usia 45 Tahun ke Bawah

Terkait percepatan vaksin ke-3 (booster) untuk mengatasi varian Omicron, Bayu menilai belum bisa melihat efeknya karena baru saja dimulai dan masih belum tinggi cakupannya. Ada kemungkinan belum terlihat efek dari booster dalam 1-2 bulan ini. Sementara penularan varian Omicron diprediksi mencapai puncak pada Februari-Maret 2022.

“Yang paling penting saat ini bukan soal booster. Tetapi bagaimana memperluas cakupan yang belum mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Terutama kelompok rentan dan anak-anak,” kata Bayu dikutip dari laman ugm.ac.id, Selasa, 18 Januari 2022. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: 3Tbergejala ringanisomankomorbidOmicronvaksinasivaksinasi boostervarian Deltavarian Omicron

Editor

Next Post
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Tips Pakar Unair Menghadang Omicron dengan Meningkatkan Imunitas

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media