Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tips Pakar Unair Menghadang Omicron dengan Meningkatkan Imunitas

Upaya menghadapi virus Corona varian Omicron yang menular adalah meningkatkan imunitas dalam tubuh. Termasuk disiplin menerapkan protokoler kesehatan.

Minggu, 30 Januari 2022
A A
Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Ilustrasi pencegahan varian Omicron. Foto Alexandra_Koc/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Virus Corona varian Omicron disebut punya karakter yang berbeda dibanding pendahulunya, varian Delta. Sebagian besar pasien yang terpapar menunjukkan gejala flu, pilek, batuk, demam, sakit tenggorokan, kelelahan. Sebagian kecil mengalami sesak nafas dan diare.

Apa yang dilakukan virus Corona varian Omicron saat masuk ke dalam tubuh?

Koordinator Peminatan S-2 Pemberdayaan Perempuan Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), Andriyanto menjelaskan saat masuk ke dalam tubuh, virus Corona varian Omicron akan mencari pelekatan sel yang memiliki protein. Namun sel berprotein itu tidak beroksigen atau mengalami radang alias inflamasi.

“Jadi perlu menciptakan kondisi tubuh supaya beroksigen agar tidak tertular atau bertambah parah,” kata Andriyanto dalam Airlangga Forum yang diadakan Sekolah Pascasarjana Unair bertema “Mengelola Imunitas Masyarakat Menghadapi Omicron” sebagaimana dilansir dari laman unair.ac,id, Selasa, 25 Januari 2022.

Baca Juga: PTM 100 Persen, Ini Persiapan Anak Jelang Vaksinasi Covid-19

Lantas mengapa varian Omicron harus diwaspadai?

Koordinator Program Studi S-2 Magister Imunologi Sekolah Pascasarjana Unair, Prof. Theresia Indah Budhy S menambakan, varian Omicron memiliki mutasi lebih banyak dibandingkan varian Delta. Pasien yang terpapar varian Omicron mempunyai gejalanya lebih ringan, tidak seperti varian Delta.

Namun harus tetap diwaspadai karena varian Omicron punya kemampuan menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya sehingga menjadikan varian Omicron lebih berbahaya.

“Yang namanya virus Sarcov-2 belum dinyatakan hilang dan terus bermutasi. Ini berbahaya bagi mereka yang sistem imunnya rendah dan memiliki risiko tinggi,” jelas Theresia.

Cara meningkatkan imunitas tubuh

Ilustrasi bahagia. Foto fancycrave1/pixabay.com.
Ilustrasi bahagia. Foto fancycrave1/pixabay.com.

Pertama, mengonsumsi zat gizi agar menjadikan sel tersebut beroksigen, seperti antioksidan. Dalam ilmu gizi, antioksidan itu hanya empat dan tidak boleh lebih atau kurang, yaitu vitamin A, C, E, dan selenium.

Kedua, makan makanan yang mengandung antiinflamasi, yakni yang mengandung Omega 3. Sedangkan Omega 3 paling banyak ada di dalam ikan laut.

“Dianjurkan lebih banyak mengonsumsi ikan laut dibandingkan daging-dagingan,” kata Andriyanto.

Ketiga, menikmati makanan dengan pikiran yang bahagia (enjoy your food) karena suasana psikis yang baik akan meningkatkan imunitas seseorang.

Baca Juga: Pasien Omicron Bergejala Ringan Tak Perlu Dirawat Rumah Sakit

Keempat, istirahat atau tidur cukup, yaitu 6 – 8 jam sehari karena metabolisme tubuh saat tidur akan optimal.

Kelima, berjemur dan olahraga ringan di tempat terbuka dan terkena sinar matahari pagi sekitar pukul 06.30-08.30 selama 15-20 menit.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: antiinflamasidemamimunitasOmega 3Omicronsakit tenggorokanUnairvarian Deltavirus Corona

Editor

Next Post
Pelepasliaran Elang Ular Bido di Gunungkidul. Foto menlhk.go.id.

Dua Raptor Dilepasliarkan di Gunungkidul, Lima Satwa Dievakuasi dari Rumah Bupati Langkat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media