Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penelitian BRIN, Virus Nipah Terdeteksi Pada Satwa Liar di Indonesia

Kelelawar dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit, namun berpotensi menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

Kamis, 5 Februari 2026
A A
Ilustrasi kelelawar pembawa virus Nipah. Foto ambquinn/pixabay.com.

Ilustrasi kelelawar pembawa virus Nipah. Foto ambquinn/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Virus Nipah (Nipah virus/NiV) merupakan penyakit zoonotik yang perlu dipahami secara tepat berdasarkan kajian ilmiah. Mengingat karakteristiknya serius dan berpotensi menimbulkan wabah apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Virus ini perlu diwaspadai karena memiliki tingkat kematian yang tinggi. Meski belum ditemukan kasus pada manusia di Indonesia, berbagai bukti ilmiah menunjukkan virus ini telah bersirkulasi di alam.

Peneliti Ahli Utama Virologi sekaligus Kepala Organisasi Riset Kesehatan Badan Riset dan Invoasi Nasional (BRIN), Niluh Putu Indi Dharmayanti Indi mengungkapkan, virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada wabah di Malaysia pada 1998. Sejak itu menimbulkan kejadian berulang di sejumlah negara Asia Selatan dan Asia Tenggara.

“Virus Nipah memiliki dampak serius terhadap kesehatan masyarakat, kesehatan hewan, serta aspek sosial dan ekonomi,” jelas Indi, Jumat, 30 Januari 2026.

Baca juga: Pakar Ingatkan Teknologi Modifikasi Cuaca Tak Sentuh Akar Persoalan Bencana

Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar buah, dan dapat menular ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejalanya dapat berupa demam, sakit kepala, sakit otot, inflamasi otak hingga koma.

Penularan satwa liar

Virus Nipah termasuk genus Henipavirus dengan reservoir alami berupa kelelawar buah dari famili Pteropodidae, khususnya genus Pteropus. Kelelawar dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit, namun berpotensi menularkannya ke hewan lain maupun manusia.

Penularan virus Nipah ke manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur. Antara lain kontak langsung dengan hewan terinfeksi seperti babi, konsumsi makanan yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia. Di sejumlah negara, wabah NiV juga dikaitkan dengan konsumsi makanan yang terkontaminasi urin atau saliva kelelawar.

Sejumlah penelitian telah memberikan bukti ilmiah keberadaan virus Nipah pada satwa liar di Indonesia. Studi serologis di Kalimantan Barat menemukan antibodi virus Nipah pada sekitar 19 persen sampel serum kelelawar Pteropus vampyrus. Antibodi tersebut tidak ditemukan pada babi.

Baca juga: Baleg Tunda Harmonisasi RUU Pengelolaan Perubahan Iklim

“Deteksi molekuler juga telah dilakukan menggunakan metode PCR pada sampel saliva dan urin kelelawar di Sumatra Utara, yang mengonfirmasi keberadaan genom Nipah virus,” jelas dia.

Penelitian lanjutan juga menemukan virus serupa pada Pteropus hypomelanus di wilayah Jawa. Karakter genetiknya berkerabat dekat dengan isolat dari Malaysia dan negara Asia Tenggara lainnya.

Kondisi ekologis Indonesia menjadikan risiko penularan virus Nipah tidak bisa diabaikan. Keanekaragaman spesies kelelawar yang tinggi, kedekatan habitat satwa liar dengan permukiman manusia, serta praktik perburuan dan perdagangan satwa menjadi faktor pendorong terjadinya spillover virus.

Selain itu, keberadaan pasar hewan dengan sanitasi yang kurang memadai serta populasi babi yang besar di beberapa wilayah turut meningkatkan potensi penularan lintas spesies. Interaksi yang intens antara manusia, hewan, dan lingkungan menjadi kunci munculnya penyakit zoonotik seperti Nipah.

Hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat antivirus spesifik untuk virus Nipah. Penanganan kasus sangat bergantung pada perawatan suportif, sementara pencegahan menjadi langkah paling penting untuk menekan risiko wabah.

Baca juga: PLTSa akan Beroperasi Tahun 2027, Pakar Ingatkan Pembakaran Sampah Plastik Memicu Kanker

BRIN mendorong penguatan surveilans aktif pada satwa liar, hewan domestik, dan manusia, serta peningkatan kapasitas diagnostik di berbagai daerah. Deteksi dini dinilai krusial untuk mencegah meluasnya penularan apabila virus berpindah ke manusia.

Pendekatan One Health menjadi strategi utama dalam kesiapsiagaan menghadapi virus Nipah. Pendekatan ini menekankan kolaborasi lintas sektor antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan dalam memantau serta mengendalikan penyakit zoonotik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINKomisi IX DPR RIPenyakit ZoonotikSatwa liarVirus Nipah

Editor

Next Post
Episenter gempa 6,4 magnitudo di wilayah Pacitan, Jawa Timur, jenis gempa megathrust yang terjadi pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026. Foto tangkap layar BMKG.

Gempa Dangkal Pacitan 6,4 Magnitudo, Daryono: Gempa Jenis Megathrust

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media