Rabu, 13 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pengetahuan Etnobotani Suku Rejang untuk Ketahanan Pangan Terancam Punah

Sumber pangan pokok tak hanya beras. Masyarakat adat punya kearifan lokal untuk memanfaatkan tanaman pangan lain.

Senin, 16 Oktober 2023
A A
Ilustrasi tanaman kentang. Foto Couleur/pixabay.com.

Ilustrasi tanaman kentang. Foto Couleur/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Dari hasil riset tersebut, pengetahuan etnobotani paling banyak dimiliki oleh kelompok usia dia 60 tahun dan kelompok usia 45-60 tahun.

“Terendah pada kelompok umur termuda 15-30 tahun sebesar 39,09 persen,”ujar Abdilla.

Hanieke menuturkan, pewarisan pengetahuan etnobotani pada Suku Rejang dilakukan melalui tiga cara, yakni pewarisan pengetahuan melalui tradisi lisan antara generasi tua ke muda dengan cara bertutur. Selanjutnya, pewarisan pengetahuan etnobotani secara alami melalui aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Walhi: KTT AIS 2023 Tak Selesaikan Masalah Krisis Iklim dan Kehancuran Ekologis Pesisir dan Pulau Kecil

“Ada juga pewarisan etnobotani secara non-formal tanpa ada hal-hal struktural yang ada pada masyarakat Rejang,” papar Hanieke.

Ia menyoroti soal masih absennya lembaga lokal dalam upaya pewarisan pengetahuan etnobotani, sehingga ikut berperan melemahkan proses pewarisan pengetahuan etnobotani suku Rejang. Ia merekomendasikan perlu sebuah kemitraan baru yang dibangun antara pegiat konservasi, akademisi, aktor pemerintah, dan masyarakat lokal sebagai pemilik pengetahuan.

“Kemitraan ini harus dijalankan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat yang mengutamakan masyarakat lokal dalam pelaksanaannya. Harapannya, terjadi keadilan kultural bagi pelaku konservasi pewarisan pengetahuan etnobotani,” kata Hanieke. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: etnobotanikeanekaragaman tanaman panganketahanan pangansuku RejangUGM

Editor

Next Post
Ilustrasi pembuangan limbah radioaktif ke laut. Foto ATDSPHOTO/pixabay.com.

Jepang Buang Limbah Radiokatif ke Laut, DPR Waspadai Impor Seafood

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media