Selasa, 10 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan

PK RTRW Kaltim jangan sampai dijadikan ajang untuk memutihkan kejahatan lingkungan dan justru menyimpang jauh dari praktik pemulihan.

Minggu, 8 Maret 2026
A A
Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.

Share on FacebookShare on Twitter

“Sekarang tinggal 2 kapal, di satu RT saja,” kata Selle.

Tak hanya hasil laut yang menurun, jumlah nelayan pun ikut turun karena hasil laut yang tidak seperti dulu. Aktivitas ekstraktif yang paling masif, yakni batu bara. Nelayan pun bingung. Bahkan dampak terburuk, nelayan terlibat kecelakaan ketika melakukan aktivitas tangkap.

Terdapat empat aspek yang perlu dipenuhi untuk bisa memastikan kesejahteraan nelayan di Balikpapan. Akses wilayah tangkap, akses regulasi, akses modal dan akses pasar yang terbatas.

Baca juga: Sofyan Sjaf, Membangun Desa Berdasarkan Al-Quran adalah Membangun Ekologi

“Masyarakat nelayan semestinya punya akses kebijakan yang disusun terkait tata ruang laut, harus adil dan setara. Perbaiki di empat aspek itu,” ucap dia.

Dari perspektif jurnalis, Pengurus AJI Balikpapan, Sucipto menjelaskan tantangan yang dihadapi untuk dapat meliput isu pesisir dan kelautan. Mulai dari lokasi geografis yang tidak mudah diakses. Juga ruang bicara yang timpang di media massa bagi pemerintah, korporat, dan masyarakat.

Solusi yang mungkin dilakukan, meskipun tidak mudah adalah dengan pendekatan jurnalisme preventif. Ketika ada keresahan warga dan organisasi masyarakat sipil terhadap rencana kebijakan, sejak awal sudah bisa diberitakan.

“Jurnalisme bisa digunakan untuk memberi early warning system,” ucap Cipto.

Kewaspadaan sipil perlu ditanamkan dan dipahami semua pihak terdampak. Termasuk paling hilir, masyarakat yang menikmati hasil laut.

“Jangan sampai berubahnya RTRW, justru menimbulkan sesuatu yang bermasalah,” imbuh dia.

Baca juga: Demi Hutan Adat, Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Pembangunan Jalan 135 Kilometer

Ekosistem komunikasi dan persebaran informasi juga perlu ditata ulang, sehingga tidak hanya dampak positif dari ativitas saja yang dibeberkan. Informasi bisa lebih berimbang ketika ada narasi yang belum disampaikan dari kalangan nelayan misalnya.

“Laut, ikan, dan ekosistem wilayah pesisir tidak bisa bersuara. Tugas jurnalis adalah mengakomodasi suara nelayan dan pesisir ketika sudah ada gejala yang menjangkiti area tersebut,” papar dia.

Direktur Eksekutif Walhi Kaltim, Fathur Roziqin Fen menegaskan proses PK RTRW Kaltim ini jangan sampai dijadikan ajang untuk memutihkan kejahatan lingkungan dan justru menyimpang jauh dari praktik pemulihan.

“Yang paling penting, payung kebijakan yang memulihkan dan memberikan akses ke wilayah tangkap nelayan,” kata dia.

Ruang di pesisir Balikpapan sudah terkepung ekspansi industri. Kesejahteraan nelayan tak bisa dinilai dari luasnya wilayah perairan.

“Masyarakat sipil harus terus berisik dan bersuara untuk pemulihan lingkungan sekitar. Dari hulu ke hilir, maupun sebaliknya,” pesan dia. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: garis pantaiPesisir BalikpapanPK RTRWWalhi Kalimantan Timur

Editor

Next Post
Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.

Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media