Senin, 13 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sofyan Sjaf, Membangun Desa Berdasarkan Al-Quran adalah Membangun Ekologi

Ciri desa yang ideal adalah berbasis pada solidaritas dan berorientasi pada keadilan.

Sabtu, 7 Maret 2026
A A
Sosiolog Pedesaan IPB University, Prof. Sofyan Sjaf. Foto Ipb University.

Sosiolog Pedesaan IPB University, Prof. Sofyan Sjaf. Foto Ipb University.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Di tengah melimpahnya kekayaan sumber daya agromaritim, lebih dari 70 ribu desa di Indonesia dari Sabang sampai Merauke masih menghadapi berbagai paradoks pembangunan. Negara dinilai belum sepenuhnya berhasil memberikan kedaulatan dan kesejahteraan bagi rakyatnya sendiri di pedesaan.

Berdasarkan data Capaian Indeks Kesejahteraan Desa (IKD), banyak desa yang masih berada dalam zona menengah dan rendah. Artinya, banyak warga Indonesia di desa yang belum sejahtera.

Kondisi ini disinyalir terjadi akibat kesalahan arah pembangunan yang tidak menyentuh ranah proses pemakmuran bumi. Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Prof. Sofyan Sjaf menawarkan solusi tata kelola desa dengan merujuk pada prinsip-prinsip dalam Al-Quran.

Ada dua istilah yang merujuk pada desa di dalam Al-Quran, yaitu qaryah atau komunitas sosial, dan balad yang berarti wilayah yang hidup.

Baca juga: Demi Hutan Adat, Masyarakat Adat Malind Gugat Izin Pembangunan Jalan 135 Kilometer

“Jadi, desa adalah entitas moral sosial dan tidak terbatas pada geografi saja,” jelas Sofyan dalam Kajian Kauniyah bertajuk “Desa sebagai Titik Temu Ekologi dan Ekonomi dalam Pembangunan Berbasis Ilmu” di Masjid Al Hurriyyah IPB University, Kamis, 26 Februari 2026.

Ciri desa yang ideal adalah berbasis pada solidaritas dan berorientasi pada keadilan. Desa akan sangat rentan hancur apabila terdapat ketimpangan di dalamnya.

Ia menekankan bahwa membangun desa yang merujuk pada Al-Quran sama dengan membangun ekologi. Alam harus dijadikan patokan. Ia adalah ayat kauniyah yang bersifat mizan atau seimbang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Al QuranFakultas Ekologi Manusia IPB UniversityPembangunan DesaSofyan Sajf

Editor

Next Post
Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.

Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media