Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penyebab Hiu Paus Puluhan Kali Terdampar di Pantai Selatan Jawa

Biasanya, peristiwa hiu paus terdampar terjadi pada bulan September hingga Februari. Puncak jumlah tertinggi bulan Oktober dan November.

Selasa, 9 Desember 2025
A A
Ekskavator mengangkat tubuh hiu paus yang terdampar di Pantai Puncu di Purworejo, Jawa Tengah, 8 Desember 2025. Foto Sealife Indonesia.

Ekskavator mengangkat tubuh hiu paus yang terdampar di Pantai Puncu di Purworejo, Jawa Tengah, 8 Desember 2025. Foto Sealife Indonesia.

Share on FacebookShare on Twitter

Penyebab terdampar di selatan Jawa

Berdasarkan data LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, selama kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni 2022-2025, tercatat ada 24 kali hiu paus terdampar di pesisir selatan Jawa. Meliputi 2 kali di Pandeglang, 1 kali Lebak, 7 kali di Cilacap, 4 kali di Kebumen, 4 kali di Kulonprogo, 1 kali di Bantul, dan 3 kali di Purworejo.

“Data kami menunjukkan dominasi kejadian hiu paus terdampar terjadi bulan September hingga Februari. Puncak jumlah tertinggi bulan Oktober dan November, meskipun juga beberapa kali terjadi pada Juni dan Agustus,” kata LPSPL Serang Wilker Yogyakarta, Budi Raharjo.

Terdamparnya hiu paus yang merupakan megafauna juga dapat dikaitkan dengan keterdamparan mamalia laut yang telah terjadi empat kali pada 2025. Penyegaran koordinasi jejaring penanganan biota laut terdampar dan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia perlu dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secara sigap dengan metode tepat.

Baca juga: Pertambangan Pasir Mengikis Benteng Alami Penahan Tsunami di Selatan Jawa

Selain itu, perlu ada penelitian cepat untuk dapat memberikan hasil sebagai rekomendasi upaya yang tepat dalam melestarikan dan menjaga populasi megafauna tersebut.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo, Wiyoto Harjono mengatakan, hingga saat ini sudah terjadi empat kejadian, termasuk  di Pantai Pasir Puncu ini. Penyebab pasti kematian hiu paus masih memerlukan kajian ilmiah lanjutan. Namun, faktor lingkungan dapat berperan besar.

“Secara umum ada beberapa hal yang menyebabkan hiu dapat terdampar. Seperti perubahan suhu dan salinitas air laut secara frontal maupun fluktuatif tinggi. Juga bisa karena ada perubahan pada zona feeding ground atau gangguan pada saat migrasi,” papar Wiyoto.

Selain itu, gangguan internal seperti masalah organ pencernaan hingga pernapasan juga dapat menjadi pemicu.

“Bisa juga karena ada gangguan pada sistem tubuh hiu itu sendiri. Misalnya ada permasalahan pada sistem pencernaan, pernapasan, dan sebagainya sehingga menyebabkan hiu terdampar,” lanjut dia.

Baca juga: Rantai Mikroplastik Hingga Masuk ke Tubuh Manusia

Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, Mochamad Iqbal Herwata Putra menambahkan, berdasarkan publikasi terkait Satu Dekade Hiu Paus Terdampar di Indonesia, menunjukkan peningkatan kejadian keterdamparan hiu paus selama lima tahun terakhir ini. Dan selatan Jawa menjadi pusat dari kejadian-kejadian hiu paus terdampar ini.

“Terutama pada periode puncaknya di kuartal empat setiap tahun. Pada periode ini, terjadi fenomena oseanografi berupa upwelling yang ditandai penurunan suhu permukaan laut dan peningkatan produktivitas perairan, sehingga menarik hiu paus untuk mencari makan,” kata Iqbal.

Di sisi lain, perubahan iklim dapat menggeser distribusi mangsa hiu paus, memicu cuaca tidak menentu, angin kencang, dan gelombang tinggi faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terhadap kesehatan hiu paus.

“Informasi mengenai waktu dan lokasi yang kami identifikasi dalam studi ini dapat menjadi panduan bagi pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan merespons kejadian keterdamparan secara lebih efektif,” beber dia.

Baca juga: KSPL dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Jejak Kemandirian Pangan Lokal

Menurut Iqbal, selain faktor alamiah, ancaman antropogenik seperti by-catch, tertabrak kapal, dan pencemaran perairan turut menjadi penyebab kejadian terdampar pada hiu paus. Seperti kasus hiu paus yang terdampar di Kebumen yang terbukti mengalami keracunan logam berat dan senyawa racun akibat pencemaran limbah.

Dwi menambahkan dari hasil nekropsi yang dilakukan di Kebumen tersebut, sangat memungkinkan juga dialami hiu paus yang terdampar di Purworejo ini. Mengingat perairan darat maupun laut berbatasan langsung antara Purworejo dan Kebumen. Namun untuk menguatkan dugaan indikasi keracunan pada hiu paus di Pantai Pasir Puncu perlu dilakukan kajian lebih lanjut agar ke depan kejadian serupa dapat dimitigasi. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: hiu pauspantai selatan JawaPencemaran LimbahRhincodon typusSealife Indonesia

Editor

Next Post
Aksi keadilan iklim sama dengan keadilan gender. Foto Dok. Walhi Riau.

16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Industri Ekstraktif Merusak Hidup dan Tubuh Perempuan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
  • Pemeriksaan bangkai gajah yang ditemukan di kawasan lindung Blok Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau. Foto Kementerian Kehutanan.Kementerian Kehutanan Janji Ungkap Pemodal dan Aktor Intelektual Kematian Gajah di Riau
    In News
    Senin, 9 Februari 2026
  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media