Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pesan Petani, Swasembada Pangan Terwujud dengan Kearifan Lokal dan Pertanian Organik

Sabtu, 12 April 2025
A A
Petani yang menolak untuk menjual sawahnya dan tetap mempertahankannya. Foto Wanaloka.com.

Petani yang menolak untuk menjual sawahnya dan tetap mempertahankannya. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi kebijakan pertanian harus lebih berpihak kepada petani. Tidak hanya terjebak dalam birokrasi yang menghambat inovasi di lapangan,” kata Suryo.

Ia mengajak para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi menyebut petani di Indonesia merupakan pelaku utama dalam sistem produksi pangan di Indonesia. Berbeda dengan negara lain yang lebih bergantung pada agribisnis skala besar.

Baca juga: Tyto alba, Predator Alami Penyeimbang Ekosistem yang Tak Dilindungi

“Petani harus berperan sebagai subjek dalam kebijakan pangan, bukan hanya sebagai objek,” kata Ernan.

Ia juga menekankan pentingnya pemberian imbal jasa yang adil kepada petani agar ketahanan pangan nasional tetap terjaga.

Moderator webinar, Said Abdullah menegaskan bahwa swasembada pangan tidak hanya berbicara tentang peningkatan produksi. Melainkan juga mencakup aspek kedaulatan petani kecil yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Anggota Komisi IV DPR Usul Pusat Dapat 50 Persen Pendapatan TWA Pulau Weh

Dari 28 juta keluarga petani di Indonesia, sekitar 14 juta di antaranya merupakan petani skala kecil.

“Kebijakan yang berpihak pada petani kecil menjadi kunci mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” tegas dia.

Kepala TNC IPB University, Prof. Hermanu Triwidodo juga menegaskan pentingnya diversifikasi pangan dengan menekankan bahwa swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada beras. Namun juga pada komoditas lain, seperti sorgum dan padi gogo. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB Universitykedaulatan panganpartisipasi petanipertanian organikswasembada pangan

Editor

Next Post
Ilustrasi musim kemarau. Foto ThorstenF/pixabay.com.

Kemarau 2025 Lebih Singkat, Kementerian dan Lembaga Harus Tetap Siapkan Mitigasi Risiko

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media