Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pesan Petani, Swasembada Pangan Terwujud dengan Kearifan Lokal dan Pertanian Organik

Sabtu, 12 April 2025
A A
Petani yang menolak untuk menjual sawahnya dan tetap mempertahankannya. Foto Wanaloka.com.

Petani yang menolak untuk menjual sawahnya dan tetap mempertahankannya. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Petani dari NTT, Maria Loretha menceritakan bagaimana kehidupan petani di Pulau Adonara yang masih mempertahankan tradisi konsumsi jagung lokal dan sorgum sebelum panen besar. Sekolah Agro Flores yang ia dirikan juga mengajarkan metode pertanian organik berbasis kearifan lokal, seperti penggunaan pupuk alami dan sistem rotasi tanam.

Menurut dia, petani harus menjadi inovator dalam menghadapi tantangan iklim dan keterbatasan sumber daya. Petani juga memiliki potensi untuk menciptakan solusi sendiri yang sangat relevan dengan kondisi lokal.

“Sesungguhnya, merekalah profesor sejati yang memiliki ilmu mempertahankan benih dan lahan, mengatur sirkulasi tanaman, hingga menjaga keberlanjutan itu,” tandas Maria dalam webinar #TNCTalksE09 yang diselenggarakan Tani dan Nelayan Center (TNC) IPB University.

Baca juga: Bibit Siklon Tropis di Laut Timor Menguat, Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter

Dengan demikian, kearifan lokal dalam pertanian itu penting. Petani tidak sekadar produsen pangan, tetapi juga penjaga tradisi dan keanekaragaman hayati.

Sementara pendiri Siantar Sehat, Apni Olivia Naibaho berbagi pengalaman mengembangkan pertanian organik di Sumatera Utara. Ia mendirikan Siantar Sehat pada 2013 dengan tujuan mengubah stigma bahwa petani identik dengan kemiskinan.

Menurut Apni, pertanian organik adalah solusi bagi petani untuk lebih mandiri dan berdaulat atas tanah serta pupuk yang digunakan. Ia mengajarkan para petani cara membuat pupuk organik dari bahan alami, seperti cangkang telur, serabut kelapa, dan limbah ikan. Ia juga memperkenalkan model pemasaran digital yang memungkinkan hasil panen terjual langsung ke konsumen melalui platform online.

Baca juga: Putu Santikayasa, Regulasi Ketat Modifikasi Cuaca Cegah Dampak Buruk Lingkungan

Apni menekankan bahwa pertanian organik bukan sekadar metode bertani, melainkan juga sebuah gerakan menuju kemandirian pangan. Ia menutup sesi dengan pernyataan kuat.

“Jika ingin mewujudkan swasembada pangan, maka pertanian organik adalah solusinya,” tegas dia.

Partisipasi petani dalam swasembada pangan

Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof. Suryo Wiyono menyatakan, bahwa 99 persen produk pangan di Indonesia berasal dari pertanian rakyat. Sehingg keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada partisipasi aktif petani dengan memerhatikan tiga aspek utama, yaitu keberhasilan, keberlanjutan, dan resiliensi.

Baca juga: Gempa Bogor M4,1 Dipicu Sesar Citarik yang Pernah Aktif Sejak 1968

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: IPB Universitykedaulatan panganpartisipasi petanipertanian organikswasembada pangan

Editor

Next Post
Ilustrasi musim kemarau. Foto ThorstenF/pixabay.com.

Kemarau 2025 Lebih Singkat, Kementerian dan Lembaga Harus Tetap Siapkan Mitigasi Risiko

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media