Kamis, 24 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peta Jalan Dekarbonisasi Jadi Acuan Pariwisata Indonesia Ramah Lingkungan

Sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di Indonesia, sehingga perlu pedoman menuju wisata bebas emisi.

Selasa, 10 Oktober 2023
A A
Pesan-pesan bagi pendaki Gunung Purba Nglanggeran di Gunungkidul untuk melestarikan lingkungan. Foto wanaloka.com.

Pesan-pesan bagi pendaki Gunung Purba Nglanggeran di Gunungkidul untuk melestarikan lingkungan. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Subsektor atraksi wisata terutama atraksi buatan yang banyak mendapat kunjungan wisatawan setiap hari juga menjadi salah satu penghasil emisi, baik dari energi maupun sampah. Sebab tujuan utama para wisatawan berlibur salah satunya untuk mengunjungi atraksi wisata yang ada di suatu wilayah.

“Jadi ketiga subsektor utama dari pariwisata harus segera mengambil langkah mitigasi dengan menggunakan energi terbarukan dan penanganan sampah dan limbah yang baik,” ujar Sandiaga.

Baca Juga: BMKG: Pemicu Gempa Boalemo Aktivitas Subduksi Sulut

Tindak Lanjut Awal
Berdasarkan peta jalan, agenda yang harus segera ditindaklanjuti adalah mengukur baseline dan menghitung target penurunan emisi dari sektor pariwisata.

“Sekaligus menyiapkan sistem pelaporan dalam mendampingi perjalanan pariwisata menuju nol emisi,” kata Sandiaga.

Tindak lanjut dari roadmap tersebut, Kemenparekraf bekerja sama dengan Kemenkomarves serta Kementerian ESDM di bawah “Climate Promise Project” akan melakukan survei pengelolaan energi dan limbah ke-20 hotel di ITDC Nusa Dua Bali. Survei ini akan dilanjutkan dengan pengembangan rencana aksi mitigasi.

Baca Juga: Alasan Sumbu Kosmologis Yogyakarta Jadi Warisan Dunia

Aksi serupa akan diperluas ke lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) lainnya di Indonesia dan diharapkan dapat direaplikasi ke wilayah lain dengan menggabungkan aksi mitigasi di dalam negeri dan kontribusi sektor tersebut terhadap NDC Indonesia (dokumen yang memuat komitmen dan aksi iklim sebuah negara yang dikomunikasikan kepada dunia).

Peta jalan tersebut menjadi langkah awal dan gambaran umum yang akan selalu diperbarui masa mendatang untuk tetap selaras dengan perkembangan dinamika sektor energi, pengelolaan limbah, dan perkembangan dalam industri pariwisata secara keseluruhan. Kemenparekraf berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), lembaga pemerintah terkait, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menyempurnakan peta jalan (roadmap) yang dimaksud.

Baca Juga: Konflik Agraria di Desa Bangkal Kalteng, Komnas HAM Turun Menyelidiki

“Cakupan roadmap juga akan ditingkatkan, program diperbarui berkala, bahkan objektif dapat diubah untuk mencapai emisi nol agar lebih cepat. Pekerjaan besar itu dimulai hari ini untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja yang kami sebut sebagai greeen tourism job,” kata Sandiaga.

Ia berharap Peta Jalan Dekarbonisasi dapat menjadi panduan berbagai pemangku kepentingan industri pariwisata di Indonesia dalam memformulasikan solusi dan program-program yang sesuai sekaligus memberikan preferensi tindakan dalam mencapai net zero emission.

“Mari mulai lakukan aksi rendah karbon demi bumi yang lebih baik,” ajak Sandiaga. [WLC02]

Sumber: Kemenparekraf, AISPedia

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: AIS ForumDestinasi Pariwisata Super PrioritasMenparekraf Sandiaga UnoNet-Zero Emissionpariwisata ramah lingkunganPeta Jalan DekarbonisasiTriple Planetary Crisis

Editor

Next Post
Menteri ESDM Arifin Tasrif pada acara 'Sustainability: Ethanol Talks'. Foto kemenparekraf.go.id.

Bahan Bakar Nabati Dikembangkan untuk Kurangi Impor Bensin

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media