Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

PMK Tak Menular ke Manusia, Guru Besar UGM: Cegah dengan Penghentian Lalu Lintas Ternak

Selasa, 10 Mei 2022
A A
Ilustrasi hewan ternak. Foto ulleo/pixabay.com.

Ilustrasi hewan ternak. Foto ulleo/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

“Nah khusus untuk mulut dan kuku, virus ini memang adanya hanya di hewan yang berkuku dua. Jadi sangat jarang yang loncat ke manusia. Tidak perlu khawatir dari sisi kesehatan manusianya,” kata Budi.

Sementara Warsito memaparkan, gejala paling umum dari ternak yang terinfeksi PMK adalah demam dan pembentukan lepuh, bisul serta koreng pada mulut, lidah, hidung, kaki, dan puting. Bahkan, terdapat lesi pada kaki dan sela jari kaki. Bagi ternak yang terinfeksi biasanya mengalami depresi, enggan bergerak, dan hilang nafsu makan, sehingga dapat menyebabkan penurunan produksi susu, turunnya berat badan, dan buruknya pertumbuhan.

Baca Juga: DPR: Pemerintah Harus Infokan Peta Persebaran Kasus Hepatitis Akut

“Hewan terinfeksi juga mungkin memiliki cairan hidung dan air liur berlebihan,” imbuh Warsito.

Kejadian wabah PMK yang menjangkiti ternak di Jawa Timur ini menjadi perhatian Wasito karena sejak 1990 Indonesia bebas dari PMK ini. Apabila saat ini terjadi wabah dan penularan yang begitu masif, Wasito menengarai penyakit tersebut berasal dari impor ternak atau daging dari negara yang endemik PMK.

“Pejabat terkait perlu dipanggil dan diminta pertanggungjawaban. Itu perlu dilakukan demi penuntasan kasus PMK dan pembelajaran demi masa depan pertanian yang optimal,” kata Warsito. [WLC02]

Sumber: ugm.ac.id, kemkes.go.id.

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: endemik PMKhewan ternakOIEpenyakit mulut dan kukuPMKUGMWHO

Editor

Next Post
Salah satu rumah warga di Kabupaten Lawu, Sulawesi Selatan, yang dilanda banjir dan longsor pada Selasa, 10 Mei 2022. Foto Dok BNPB

5 Desa di Lawu Dilanda Bencana Hidrometeorologi

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media