Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Saat ini lebih dari 46,5 persen atau 56 juta hektare Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik.

Minggu, 2 Januari 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi, hutan di luar Jawa diperlukan pemangku seperti yang ada di Jawa,” tambah Wahyu.

Saat ini lebih dari 46,5 persen (56 juta hektare) Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik. Sementara 30 juta hektare dari prosentase tersebut di bawah wewenang pemerintah daerah. KPH kemudian menjadi solusi atas pengelolaan hutan, dimana bisa mengakomodasi aspek ekologi, sosial, serta ekonomi.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Dalam perencanaannya akan terdapat 600 unit KPH di seluruh Indonesia. Meliputi 530 unit untuk KPH dengan fungsi produksi dan 70 unit KPH lainnya untuk fungsi lindung. Saat ini sudah terdapat 120 unit KPH yang berhasil dibangun dan menjadi model pada pembangunan KPH-KPH tersebut. Meskipun, menurut Wahyu, semua KPH yang jadi model itu pun belum beroperasi secara optimal.

“Artinya masih terdapat banyak pekerjaan rumah kita untuk melindungi dan memaksimalkan hutan-hutan di Indonesia,” kata Wahyu.

Baca Juga: Tutup Tahun 2021, UII Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon di Kampus dan Tanah Air

Dia optimis, jika semua pihak melakukan hal-hal secara bijak untuk mengelola hutan-hutan yang masih tersisa sekarang ini, maka hutan akan terlindungi. Dia mencontohkan, dulu Pulau Kalimantan itu yang paling aman dengan vegetasi hutan yang sangat bagus, sehingga tidak pernah ada banjir dan longsor. Namun sekarang sudah menjadi pulau yang tidak aman.

“(Bahkan) seluruh Indonesia saat ini, pulau-pulau-nya tidak ada yang aman,” pungkas Wahyu Andayani. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencanaDeforestasiGuru BesarhidrometeorologiHutanKesatuan Pengelolaan HutanKPHProf Wahyu AndayaniUGM

Editor

Next Post
Pameran bertajuk Baboe yang digelar Arif Akbar Pradana. Foto UGM.

Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Discussion about this post

TERKINI

  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Potret jejak bintang yang tampak berputar di langit. Foto Dok. BRIN.Memotret Jejak Bintang yang Tampak Berputar dengan Kamera DSLR di Timau
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
  • Ilustrasi nyamuk menggigit. Foto FotoshopTofs/pixabay.com.Anggapan Nyamuk Lebih Suka Golongan Darah O Ternyata Benar, Mengapa?
    In IPTEK
    Kamis, 18 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media