Minggu, 27 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Radius Aman Gunung Lewotobi Laki-Laki Turun, Waspada Embusan Masih Kuat

Rabu, 27 November 2024
A A
Radius aman Gunung Lewotobi Laki-laki diturunkan, 26 November 2024. Foto Dok. PVMBG.

Radius aman Gunung Lewotobi Laki-laki diturunkan, 26 November 2024. Foto Dok. PVMBG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan radius aman Gunung Lewotobi Laki-laki. Radius aman sebelumnya 7 km sektoral hingga 8 km ke arah Barat Daya – Barat Laut menjadi radius 7 km dari pusat erupsi.

Penurunan radius aman ini terhitung mulai 26 November 2024 pukul 15.00 WITA. Sebab berdasarkan data kegempaan periode 16-25 November 2024 menunjukkan tren penurunan aktivitas erupsi.

Meski demikian masyarakat di sekitar gunung dan pengunjung diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius tersebut.

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumut Capai 20 Orang 

“Jadi meskipun aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki menurun, masih terdapat embusan sedang hingga kuat yang disertai suara gemuruh,” ujar Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Jakarta, Selasa, 25 November 2024.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas erupsigempa tektonik lokalGunung Lewotobi Laki-lakiPVMBG Badan Geologiradius amansuplai magma

Editor

Next Post
Mahasiswa Prodi Biologi ITB melakukan kuliah lapangan di TN Bali Barat 10-16 November 2024. Foto Dok. Biologi ITB.

Mengamati Terumbu Karang dan Perilaku Jalak Bali di TN Bali Barat

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media