Sabtu, 7 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengamati Terumbu Karang dan Perilaku Jalak Bali di TN Bali Barat

Kuliah lapangan memberi pengalaman mahasiswa untuk melakukan pengamatan biota secara langsung, pengawetan spesimen tumbuhan dan hewan, serta mempelajari cara menganalisis data lapangan yang kompleks.

Rabu, 27 November 2024
A A
Mahasiswa Prodi Biologi ITB melakukan kuliah lapangan di TN Bali Barat 10-16 November 2024. Foto Dok. Biologi ITB.

Mahasiswa Prodi Biologi ITB melakukan kuliah lapangan di TN Bali Barat 10-16 November 2024. Foto Dok. Biologi ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Taman Nasional Bali Barat merupakan daerah dataran rendah (lowland area) yang memiliki keragaman ekosistem yang tinggi. Lokasi ini pun menjadi pilihan Prodi Biologi Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan kuliah lapangan mata kuliah Ekologi pada 10-16 November 2024. Apalagi terdapat pula isu konservasi terkait burung curik bali (jalak bali) yang menarik untuk dipelajari.

Selama kuliah lapangan berlangsung, mahasiswa berkesempatan untuk mengaplikasikan berbagai metode pengambilan data ekologi secara menyeluruh, baik biotik maupun abiotik. Data ekologi biotik yang diambil meliputi keanekaragaman spesies serangga, burung, mamalia, dan tumbuhan di setiap kawasan hutan. Data abiotik yang diukur mencakup mikroklimat (suhu udara, kelembapan, dan intensitas cahaya) dan edafik (suhu tanah, pH, kelembapan, porositas, bulk density, dan kadar air tanah).

Berbagai kawasan hutan seperti hutan mangrove, hutan musim, dan hutan evergreen menjadi lokasi pengamatan yang dikunjungi seluruh peserta kuliah lapangan. Setiap hutan memiliki tipe ekosistemnya tersendiri sehingga mahasiswa belajar untuk mengenali karakteristik setiap ekosistem.

Baca Juga: Radius Aman Gunung Lewotobi Laki-Laki Turun, Waspada Embusan Masih Kuat

Selain pengambilan dan pengukuran data di ekosistem terestrial, 74 mahasiswa yang ikut serta ini juga melakukan pengamatan di ekosistem laut (terumbu karang dan ikan) serta ekosistem padang lamun (sea grass). Mahasiswa yang memiliki kemampuan berenang maupun menyelam (snorkeling) dapat melakukan pengamatan terhadap terumbu karang, lamun, termasuk ikan yang hidup di sekitarnya. Pengamatan ini didampingi dosen dan asisten yang sudah memiliki sertifikasi selam dan berpengalaman melakukan pengambilan data di bawah laut.

Penangkaran jalak bali

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: curik baliJalak Balikuliah lapanganProdi Biologi ITBTaman Nasional Bali Barat

Editor

Next Post
Padang lamun. Foto Dok. LIPI.

KKP akan Luncurkan Peta Nasional Padang Lamun Akhir 2024

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media