Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rehabilitasi Mangrove untuk Pengendalian Perubahan Iklim dan Konservasi Penyu

Upaya rehabilitasi mangrove yang tergradasi belum maksimal. Padahal mangrove mempunyai peran dalam pengendalian perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Jumat, 21 Januari 2022
A A
Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Upaya rehabilitasi mangrove atau bakau yang tergradasi di perairan Indonesia baru dilaksanakan dalam skala kecil, yaitu sekitar 2.000 hektare per tahun. Sementara Presiden Joko Widodo sudah meminta agar rehabilitasi mangrove dipercepat sejak akhir 2020.

“Ada peran penting mangrove dalam upaya pengendalian perubahan iklim,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dalam siaran pers Workshop Nasional Percepatan Rehabilitasi Mangrove dengan tema “Peran Insan Pers dalam Membangun Inisiatif Kolaborasi Percepatan Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan” yang digelar secara hybrid (luring dan daring) dari Hotel Kempinski, Jakarta sebagaimana dilansir dari laman menlhk.go.id, Jumat, 21 Januari 2022.

Baca Juga: Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Hartono menilai percepatan rehabilitasi mangrove di Indonesia sangat urgen. Proses percepatan rehabilitasi mangrove diprioritaskan di sembilan provinsi, yaitu Sumatra Utara, Riau, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Papua, dan Papua Barat. Khusus Riau, Kalimantan Barat, dan Papua menjadi fokus kerja yang beririsan untuk restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.

Hartono menjelaskan, percepatan rehabilitasi mangrove bukan hanya sekedar menanam. Melainkan juga memperhatikan bentang alam (lanskap) mangrove. Bentang alam mangrove adalah sistem ekologi-sosial yang terdiri dari mosaik ekosistem alami dan buatan manusia dengan karakteristik konfigurasi topografi, vegetasi, penggunaan lahan dan pemukiman sebagai hasil proses ekologi, sejarah, serta proses ekonomi, sosial dan aktivitas manusia di area tersebut.

Baca Juga: Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

“Rehabilitasi mangrove juga diarahkan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca secara nasional,” kata Hartono.

Yakni dengan menyiapkan tanaman mangrove seluas-luasnya untuk menyerap dan menyimpan karbon, sehingga karbon dapat ditahan tidak terbuang ke atmosfir. Pembuagan karbon bisa menjadi emisi yang merusak lapisan ozon di atmosfir, serta menyebabkan dampak perubahan iklim melalui kemampuan hutan mangrove menyerap emisi karbon sebesar 4-5 kali lebih besar dari pada hutan daratan.

Konservasi penyu

Penanaman mangrove oleh TBMM Humerus UII di Pantai Samas. Foto uii.ac.id.
Penanaman mangrove oleh TBMM Humerus UII di Pantai Samas. Foto uii.ac.id.

Rehabilitasi mangrove juga mempunyai manfaat besar bagi keberlangsungan regenerasi penyu sehingga keseimbangan alam terjaga. Setidaknya upaya tersebut telah dilakukan Tim Bantuan Medis Mahasiswa (TBMM) Humerus Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (FK UII) bersama Komunitas Reispira di Pantai Samas, Kulon Progo. Mereka menanam 1.000 bibit mangrove disertai aksi bersih-bersih pantai.

“Menanam mangrove penting untuk pembimbing penyu menemukan daratan saat akan bertelur,” jelas Ketua TBMM Humerus, Tania Wirdati Putri Faizal sebagaimana dilansir dari laman uii.ac.id, Rabu, 19 Januari 2022.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ekosistem mangroveHutan bakauKawasan mangroveKonservasi mangroveMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya BakarMenteri Siti NurbayaPantai Samaspenyuperubahan iklimRehabilitasi mangrove

Editor

Next Post
Wilayah terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Foto Dok BNPB.

Bencana Hidrometeorologi di Jember, Wilayah Terdampak Banjir Meluas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media