Jumat, 26 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Max, orangutan kalimantan di Suaka Margasatwa Lamandau kembali melahirkan bayi betina. Mely, nama bayinya merupakan orangutan ke-100 yang lahir di SM Lamandau sekaligus yang lahir pertama pada 2022.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Seekor bayi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang ke-100 lahir di Suaka Margasatwa Lamandau (SML), Kalimantan Tengah pada 4 Januari 2022 lalu. Bayi orangutan berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Mely itu sekaligus bayi orangutan pertama yang lahir pada 2022 di sana. Kelahirannya diketahui setelah Kepala Resort SM Lamandau, Sugih Trianto melihat induknya, Max membawanya ke Camp Gemini sekitar pukul 15.21.

Dua hari kemudian, Sugih bersama staf Orangutan Foundation – United Kingdom (OF-UK) melakukan pemantauan di Camp Gemini. Mereka melihat Max sedang menggendong dan mencium Mely. Hingga saat ini, Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalteng dan Staf Lapangan OF-UK Indonesia masih memantau perkembangan kondisi Max dan bayinya hingga beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Kehamilan Max sudah terpantau sejak Desember 2021. Sebelumnya, Max juga pernah melahirkan bayi betina diberi nama Monti pada 2018. Max adalah orangutan yang berasal dari Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) pada 2003.

Berdasarkan data SM Lamandau, sejak 2003 hingga Januari 2022 telah lahir 100 bayi orangutan di area soft release di sana. Menurut Kepala Balai KSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan, jumlah kelahiran di area soft release yang terus bertambah menandakan area itu cukup representatif dan animal welfare memadai. Selama pandemi Covid-19 telah lahir 7 bayi orangutan pada 2020, 4 bayi pada 2021, dan 1 bayi pada Januari 2022.

Baca Juga: Ada Elang Caraka dan SPORC untuk Amankan Hutan, Begini Cara Kerjanya

Nur mengatakan pihaknya dan OF-UK Indonesia akan selalu memantau secara intensif kesehatan orangutan yang ada di Lamandau. Terutama orangutan yang terpantau sedang hamil agar kesehatannya selalu terjaga, baik induk dan bayinya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai KSDA KaltengKonservasi orangutanMaxMelyorangutanOrangutan kalimantanPongo pygmaeusSuaka Margasatwa Lamandau

Editor

Next Post
Kerusakan dampak gempa Banten dengan kekuatan Magnitudo 6,6 yang terjadi di Selat Sunda, pada Jumat, 14 Januari 2022. Foto Dok BNPB.

Pemuktahiran Data Dampak Gempa Banten, 3.078 Rumah Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media