Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Max, orangutan kalimantan di Suaka Margasatwa Lamandau kembali melahirkan bayi betina. Mely, nama bayinya merupakan orangutan ke-100 yang lahir di SM Lamandau sekaligus yang lahir pertama pada 2022.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Seekor bayi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) yang ke-100 lahir di Suaka Margasatwa Lamandau (SML), Kalimantan Tengah pada 4 Januari 2022 lalu. Bayi orangutan berjenis kelamin perempuan yang diberi nama Mely itu sekaligus bayi orangutan pertama yang lahir pada 2022 di sana. Kelahirannya diketahui setelah Kepala Resort SM Lamandau, Sugih Trianto melihat induknya, Max membawanya ke Camp Gemini sekitar pukul 15.21.

Dua hari kemudian, Sugih bersama staf Orangutan Foundation – United Kingdom (OF-UK) melakukan pemantauan di Camp Gemini. Mereka melihat Max sedang menggendong dan mencium Mely. Hingga saat ini, Staf Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalteng dan Staf Lapangan OF-UK Indonesia masih memantau perkembangan kondisi Max dan bayinya hingga beberapa pekan ke depan.

Baca Juga: Puluhan Perusahaan Pelaku Karhutla Digugat KLHK, 12 Perkara Berkekuatan Hukum Tetap

Kehamilan Max sudah terpantau sejak Desember 2021. Sebelumnya, Max juga pernah melahirkan bayi betina diberi nama Monti pada 2018. Max adalah orangutan yang berasal dari Orangutan Care Center and Quarantine (OCCQ) pada 2003.

Berdasarkan data SM Lamandau, sejak 2003 hingga Januari 2022 telah lahir 100 bayi orangutan di area soft release di sana. Menurut Kepala Balai KSDA Kalteng Nur Patria Kurniawan, jumlah kelahiran di area soft release yang terus bertambah menandakan area itu cukup representatif dan animal welfare memadai. Selama pandemi Covid-19 telah lahir 7 bayi orangutan pada 2020, 4 bayi pada 2021, dan 1 bayi pada Januari 2022.

Baca Juga: Ada Elang Caraka dan SPORC untuk Amankan Hutan, Begini Cara Kerjanya

Nur mengatakan pihaknya dan OF-UK Indonesia akan selalu memantau secara intensif kesehatan orangutan yang ada di Lamandau. Terutama orangutan yang terpantau sedang hamil agar kesehatannya selalu terjaga, baik induk dan bayinya.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Balai KSDA KaltengKonservasi orangutanMaxMelyorangutanOrangutan kalimantanPongo pygmaeusSuaka Margasatwa Lamandau

Editor

Next Post
Kerusakan dampak gempa Banten dengan kekuatan Magnitudo 6,6 yang terjadi di Selat Sunda, pada Jumat, 14 Januari 2022. Foto Dok BNPB.

Pemuktahiran Data Dampak Gempa Banten, 3.078 Rumah Rusak

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media