Senin, 28 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset BRIN, Kratom Berpotensi Manfaat untuk Bahan Baku Obat Kanker

Banyak pengguna kratom melaporkan daun ini membantu mereka mengatasi rasa sakit kronis, kecemasan, dan depresi.

Selasa, 2 Juli 2024
A A
Daun kratom. Foto BRIN.

Daun kratom. Foto BRIN.

Share on FacebookShare on Twitter

Studi pengikatan radioligand terbaru menunjukkan, beberapa senyawa alkaloid dari kratom memiliki afinitas pengikatan yang lebih rendah pada reseptor mu-opioid dibandingkan dengan morfin. Dengan demikian, mitragynine kratom jauh lebih aman sebagai agen analgesik daripada morfin.

Baca Juga: Longsor Terjang Kandang Peternakan Ayam di Blitar, Dua Tewas

Masteria melakukan studi aktivitas analgesik secara in vivo dengan menggunakan hotplate. Hasilnya, ekstrak alkaloid kratom dengan kandungan senyawa mitragynine sekitar 46 persen menimbulkan efek analgesik terhadap rasa sakit akibat panas yang diinduksi oleh hotplate pada hewan coba, yaitu mencit.

Berdasarkan hasil penelitiannya, pemberian ekstrak alkaloid kratom secara kronis selama 10 hari pada hewan coba menunjukkan efek analgesik alkaloid kratom hampir sama dengan efek analgesik yang ditimbulkan morfin.

Perbedaannya, efek morfin mengalami penurunan (toleransi terhadap dosis analgesik) pada hari kelima treatment. Sementara ekstrak alkaloid kratom dapat menunda efek toleransi hingga hari ke-10.

Baca Juga: Walhi Sebut Tambang Ilegal Kian Marak Akibat Proyek Tol Yogyakarta-Solo

Efek analgesik yang dimiliki alkaloid kratom memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan. Salah satunya adalah penggunaan ekstrak alkaloid kratom sebagai adjuvant untuk pengobatan kanker bersama penggunaan dosis rendah obat antikanker doxorubicin untuk menghambat pertumbuhan sel kanker secara in vitro yang telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Molecules.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan Masteria dalam proses peer review journal juga mendapatkan temuan lain. Bahwa ada potensi alkaloid kratom untuk dikembangkan menjadi obat antiinflamasi yang mampu menurunkan efek samping yang biasa ditemui pada obat-obatan anti inflamasi golongan non steroid (non-steroid antiinflammatary drugs) secara in vitro.

“Aktivitas ini ditengarai ada mekanisme dual inhibisi dari senyawa alkaloid kratom terhadap enzim yang berperan dalam proses inflamasi,” jelas dia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bahan baku obatBRINefek analgesikpereda nyeritanaman kratom

Editor

Next Post
Ilustrasi nelayan tradisional menangkap ikan. Foto Quangpraha/pixabay.com.

Masyarakat Rentan Serukan Penyusunan Dokumen Komitmen Iklim Indonesia Partisipatif dan Inklusif

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media