Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Riset Konservasi dan Rehabilitasi Hasilkan Temuan Manfaat Mangrove dari Akar hingga Buah

Konservasi bukan sekadar menyimpan keanekaragaman, tetapi juga memastikan kelestarian ekosistem penyangganya. Jika ekosistem hilang, maka spesies pun akan hilang.

Kamis, 28 Agustus 2025
A A
Susur dan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya, Jawa Timur oleh Delegasi AUN Summer Camp 11-20 Agustus 2025. Foto Istimewa.

Susur dan Tanam Mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo di Surabaya, Jawa Timur oleh Delegasi AUN Summer Camp 11-20 Agustus 2025. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Ia juga menekankan pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan mangrove, termasuk resep dan praktik tradisional yang dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat. Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama lima tahun, selaras dengan Program Riset Inovasi Masyarakat (RIM) BRIN yang kini memasuki tahap hilirisasi.

Baca juga: Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea

BRIN dan Yayasan Rekam Jejak Alam Nusantara berkomitmen menggabungkan keahlian, sumber daya, dan jejaring untuk menghasilkan data ilmiah yang mendukung kebijakan konservasi, meningkatkan kesadaran publik, dan memberdayakan masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove.

Kolaborasi mahasiswa ASEAN

Salah satu program Airlangga University Network (AUN) Summer Camp: Airlangga Adventure (AIRVENTURE 2025) yang diadakan Airlangga Global Engagement (AGE) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) pada 11-20 Agustus 2025 adalah Workshop Mangrove.

Ada 52 orang delegasi dari berbagai kampus di ASEAN yang mendapat edukasi terkait mangrove dan buah mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur. Spesies mangrove yang ada di sana adalah Rhizophora mucronata.

Baca juga: Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?

Salah satu tour guide Devid menjelaskan, mangrove mempunyai berbagai manfaat yaitu mencegah terjadinya abrasi dan erosi. Hutan mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir sehingga dapat menjadi pelindung pengikisan tanah akibat air.

Manfaat lainnya adalah sebagai pencegah dan penyaring alami.

“Akar pada mangrove dapat mempercepat penguraian limbah yang terbawa ke pantai serta mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut,” terang dia.

Baca juga: ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim

Mangrove juga berperan untuk menstabilkan daerah pesisir. Hutan mangrove adalah pembentuk daratan karena dengan endapan tanah dapat menumbuhkan perkembangan garis Pantai, sehingga memberikan kesempatan bagi tumbuhan terestrial hidup dan berkembang di daratan.

Mangrove lima kali lebih baik dalam menyerap dan menyimpan karbon daripada pohon biasa. Lalu karbondioksida yang diserap disimpan menjadi biomassa sedimen yang dikenal sebagai blue carbon.

Tidak hanya pohon saja, buah mangrove juga memiliki segudang khasiat. Buah ini biasanya menjadi sirup dan juga selai yang memiliki potensi ekonomis di bidang usaha pangan, misalnya menjadi campuran kopi. pengolahannya dengan cara dikeringkan, disangrai, digiling, dan dicampur rempah-rempah untuk meningkatkan aroma dan rasa. Selain itu, buah mangrove juga dapat menjadi pewarna alami batik.

Baca juga: Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat

“Buah yang sudah kering dapat menghasilkan warna coklat muda, tua, hitam, dan merah muda,” ucap Devid.

Ketika musim buah mangrove berarti itu menandakan waktu berkumpulnya hewan-hewan terkhusus monyet. Buah ini dapat meningkatkan kekebalan dan stamina tubuh pada monyet. [WLC02]

Sumber: BRIN, Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BRINEkowisata Mangrove WonorejoHutan mangroveUnair

Editor

Next Post
Warga Wadas menggelar aksi tutup mulut menolak pengukuran tahap II untuk penambangan andesit, 14 Juli 2022. Foto: Dok. Gempadewa.

UU Cipta Kerja yang Melegitimasi Perampasan Ruang Hidup Digugat di MK

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media