Sabtu, 30 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rossanto Handoyo: Bea Cukai Plastik Bukan Dongkrak APBN, Tapi Mencegah Bahayanya

Ada tujuan yang lebih penting dalam penerapan bea cukai untuk plastik dan minuman berpemanis. Yaitu mengendalikan konsumsi komoditas yang dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Senin, 26 Desember 2022
A A
Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair, Rossanto Dwi Handoyo, PhD. Foto unair.ac.id

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair, Rossanto Dwi Handoyo, PhD. Foto unair.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk peraturan yang bersifat jangka panjang, Rossanto menilai pemerintah perlu mengadakan penyesuaian bagi beberapa industri. Seperti perlu ada pemberian rate bea cukai antara UMKM dengan perusahaan-perusahaan besar.

“Misalnya, untuk UMKM diberi rate maksimum lima persen. Perusahaan besar diberi rate maksimum 20 persen,” usul Rossanto.

Selain itu, pemerintah juga perlu membuat road map yang jelas mengenai apa saja yang perlu dilakukan dan kebijakan apa saja selain pemberlakuan bea cukai terhadap plastik dan MBDK.
Rossanto juga menekankan bahwa langkah strategis ini bukan hanya ditujukan untuk produsen, melainkan juga konsumen. Harapannya, masyarakat dapat lebih sadar dan peduli.

Baca Juga: Geopark Jadi Wisata Geologis yang Unggul, Unik, dan Berkelanjutan

“Masyarakat jangan beranggapan, bahwa konsumsi plastik dan produk berpemanis dengan kemasan ini tidak akan ada masalah ke depan,” pesan Rossanto.

Di sisi lain, alternatif pengganti plastik dapat mulai digaungkan. Semisal, penggunaan kertas atau bahan yang dapat diolah kembali. Rossanto berharap peraturan tersebut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat agar tujuan untuk mengendalikan konsumsi berlebih komoditas yang dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan dapat terealisasikan. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bea cukaicukai plastikkonsumsi plastik dan produk berpemanismembahayakan kesehatan dan lingkunganminuman berpemanis dengan kemasanPerpres Nomor 130 Tahun 2022Rossanto Dwi HandoyoUnair

Editor

Next Post
Gempa tektonik magnitudo 5,1 di laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang terjadi pada Selasa, 27 Desember 2022, pukul 15.00 WIB. Foto Google Earth berdasarkan titik koordinat pusat gempa BMKG.

Laut Banda Kembali Diguncang Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media