Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rossanto Handoyo: Bea Cukai Plastik Bukan Dongkrak APBN, Tapi Mencegah Bahayanya

Ada tujuan yang lebih penting dalam penerapan bea cukai untuk plastik dan minuman berpemanis. Yaitu mengendalikan konsumsi komoditas yang dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan.

Senin, 26 Desember 2022
A A
Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair, Rossanto Dwi Handoyo, PhD. Foto unair.ac.id

Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair, Rossanto Dwi Handoyo, PhD. Foto unair.ac.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pakar ekonomi Universitas Airlangga (Unair) Rossanto Dwi Handoyo PhD tak setuju apabila rencana pemberlakuan bea cukai untuk produk plastik dan minuman berpemanis dengan kemasan (MBDK) adalah semata untuk mendongkrak APBN.

“Jumlah target penerimaan untuk kedua produk ini tidak sebanding dengan produk sebelumnya, seperti rokok atau tembakau sehingga bukan untuk itu (mendongkrak APBN),” kata Rossanto.
Menurut Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB Unair itu, bea cukai tersebut berfungsi untuk mengendalikan konsumsi berlebih komoditas yang dianggap membahayakan kesehatan dan lingkungan.

“Plastik banyak menyebabkan pencemaran dan sulit diurai. Jika tidak dikendalikan akan menggerus keberlangsungan hidup manusia dalam jangka panjang,” tegas Rossanto.

Baca Juga: 2023, Epidemiolog Harapkan PPKM Dicabut, Presiden Tunggu Kajian

Dana cukai dapat dialokasikan untuk kampanye kepada khalayak mengenai bahaya produk plastik. Selama ini, cara tersebut kerap dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

Sebelumnya, pada 30 November 2022, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023. Salah satu isinya mencantumkan penerapan cukai plastik dan MBDK. Perpres tersebut belum diberlakukan karena masih menunggu penerbitan peraturan pemerintah pelaksananya. Sejauh ini, sejumlah diskusi terus dilakukan pemerintah.

Baca Juga: Sumber Gempa Dangkal di Selatan Kota Kebumen Jawa Tengah

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bea cukaicukai plastikkonsumsi plastik dan produk berpemanismembahayakan kesehatan dan lingkunganminuman berpemanis dengan kemasanPerpres Nomor 130 Tahun 2022Rossanto Dwi HandoyoUnair

Editor

Next Post
Gempa tektonik magnitudo 5,1 di laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku yang terjadi pada Selasa, 27 Desember 2022, pukul 15.00 WIB. Foto Google Earth berdasarkan titik koordinat pusat gempa BMKG.

Laut Banda Kembali Diguncang Gempa

Discussion about this post

TERKINI

  • Konferensi pers PCS 2026 bertema “Dekolonisasi Konservasi: Menegaskan Kedaulatan Rakyat atas Pengetahuan dan Tata Kelola Keanekaragaman Hayati di Indonesia” di GIK UGM, 1 September 2026. Foto Dok. PCS 2026.PCS 2026: Menjaga Keanekaragaman Hayati Tak Bisa Lepas dari Menjaga Masyarakat Adat
    In News
    Rabu, 2 September 2026
  • Ladang padi aktif dan hutan dalam satu lanskap sebagai gambaran sistem perladangan gulir balik masyarakat Dayak Iban Sungai Utik. Foto Dok. Rifki Sungkar/SITH ITB.Belajar Memahami Api dalam Sistem Perladangan Masyarakat Dayak Iban Sungai Utik
    In IPTEK
    Selasa, 1 September 2026
  • Karhutla di lahan gambut. Foto Dok. Walhi.Ribuan Titik Api di Lahan Gambut dan Konsesi, Walhi: Bukti Negara Gagal Memaksa Korporasi Bertanggung Jawab
    In Lingkungan
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra utara, 31 Agustus 2026 pukul 11.19. Foto Dok. Magma Indonesia.Gunung Sinabung Berstatus Siaga, PVMBG: Dimungkinkan Terjadi Erupsi Lebih Besar
    In Bencana
    Senin, 31 Agustus 2026
  • Sampurna, orangutan jantan yang ditemukan lemas akibat karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Foto Dok. Kemenhut.Orangutan Ditemukan Lemah Akibat Asap Karhutla di Ketapang
    In News
    Minggu, 30 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media