Kamis, 28 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Aman Gempa Bisa Meredam Kerusakan dan Memberi Waktu Evakuasi

Generasi muda perlu belajar dari kearifan lokal yang tersimpan di rumah adat untuk dikembangkan menjadi rumah yang siap dan tangguh menghadapi bencana alam.

Kamis, 10 Oktober 2024
A A
Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Salah satu desain rumah tahan gempa. Foto dpu.kulonprogokab.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Para Ahli Evaluasi InaTEWS untuk Hadapi Potensi Gempa Megathrust

Namun bangunan yang baik, tidak selalu bangunan yang kokoh. Melainkan bisa juga bangunan yang diizinkan untuk meredam kerusakan dan memberikan waktu bagi penghuninya untuk melakukan evakuasi.

Ia menganjurkan masyarakat yang ingin membangun rumah untuk mengecek kesesuaiannya dengan acuan pembangunan rumah sederhana yang aman. Acuan itu dimuat dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021.

“Untuk membangun, apalagi dalam dana yang tidak cukup fleksibel, pastikan dan utamakan fungsi dan strukturnya terlebih dahulu,” kata dia.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

Talkshow tersebut untuk memperingati Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia 2024 yang digelar BBSBG bekerja sama dengan UGM. Peringatan itu untuk mengingatkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan hak dasar berupa tempat tinggal yang layak dan berkelanjutan pada masa depan.

Terkait hal itu, Nanda Ika Dewi Kumalasari dari Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa III menjelaskan pihaknya bertugas melaksanakan pembangunan rumah susun, rumah khusus, rumah swadaya, prasarana, sarana, dan utilitas umum, serta koordinasi penyediaan lahan dan pengembangan hunian. BP2P juga memiliki layanan Klinik Rumah Swadaya (KRS). KRS ini sekaligus sumber pengetahuan untuk layanan teknik dan layanan informasi bagian perumahan terkait rumah sederhana yang tahan bencana.

Masyarakat dapat memanfaatkan layanan KRS untuk mengonsultasikan rencana pembangunan rumah yang dapat disesuaikan dengan kondisi di sekitar tempat pembangunan dan dana yang dimiliki klien.

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

“Kami nantinya menyediakan desain rumah dan pekerja bangunan yang sudah tersertifikasi. Untuk konsultasi, masyarakat tidak perlu khawatir sebab BP2P menyediakan layanan KRS secara gratis,” terang dia.

Tahun ini, BP2P hampir melayani 1.500 layanan. Nantinya berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan sehingga dapat membantu masyarakat dalam mewujudkan hunian yang aman dan selamat. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Gempa bumiHari Habitat DuniaHari Kota Duniarumah adatrumah aman gempa

Editor

Next Post
Masyarakat Gili Meno, NTB menolak proyek yang merusak lingkungan hidup. Foto Walhi NTB.

Warga Gili Meno Hadapi Krisis Air Bersih dan Kerusakan Terumbu Karang

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media