Sabtu, 14 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Para Ahli Evaluasi InaTEWS untuk Hadapi Potensi Gempa Megathrust

Rabu, 9 Oktober 2024
A A
Gelaran Konsorsum Gempa Bumi dan Tsunami di Jakarta, 8 Oktober 2024. Foto BMKG.

Gelaran Konsorsum Gempa Bumi dan Tsunami di Jakarta, 8 Oktober 2024. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Para ahli dari berbagai kampus dan Lembaga riset, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkumpul mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Konsorsium Gempabumi dan Tsunami yang diadakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024. FGD yang mengangkat tema “Ancaman Megathrust dan Sesar Aktif, serta Evaluasi Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS)” dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan bencana di Indonesia dengan menyelenggarakan.

Mereka bersama-sama merumuskan langkah-langkah untuk menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di tanah air. Salah satunya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS).

Sebab, meski InaTEWS telah berperan besar dalam menyelamatkan nyawa, BMKG bersama para pakar menegaskan perlu peningkatan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi informasi.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

“InaTEWS terus kami kembangkan agar semakin responsif terhadap berbagai kemungkinan, termasuk tsunami akibat aktivitas non-seismik, seperti longsoran bawah laut atau erupsi gunung api,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menegaskan evaluasi berkala terhadap performa InaTEWS penting, mulai dari kualitas data hingga penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Dengan perbaikan yang berkesinambungan, kami berharap sistem ini dapat semakin andal dalam melindungi masyarakat dari ancaman tsunami,” imbuh Nelly.

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

Salah satu rekomendasi FGD tersebut adalah meningkatkan penelitian tentang karakteristik sesar aktif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan InaTEWS. Harapannya, InatEWS mampu memperkuat kesiapsiagaan bencana di masa depan.

Waspada megathrust dan sesar aktif

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan pemahaman terhadap potensi ancaman yang mungkin terjadi di Indonesia, seperti megathrust dan sesar aktif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa bumi dan tsunamigempa MegathrustInaTEWSsesar aktifSistem peringatan dini tsunami

Editor

Next Post
Gelaran "Bara Senyap" untuk edukasi atasi peningkatan suhu bumi. Foto Chysara Rabani/Humas ITB.

Mahasiswa ITB Edukasi Dampak Kenaikan Suhu Bumi Lewat Bara Senyap

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ikan mati massal. Foto akbarnemati/pixabay.com.Ikan Dewa Mati Massal di Kuningan, Apa Penyebabnya?
    In Rehat
    Kamis, 12 Februari 2026
  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media