Senin, 5 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Para Ahli Evaluasi InaTEWS untuk Hadapi Potensi Gempa Megathrust

Rabu, 9 Oktober 2024
A A
Gelaran Konsorsum Gempa Bumi dan Tsunami di Jakarta, 8 Oktober 2024. Foto BMKG.

Gelaran Konsorsum Gempa Bumi dan Tsunami di Jakarta, 8 Oktober 2024. Foto BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Para ahli dari berbagai kampus dan Lembaga riset, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkumpul mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Konsorsium Gempabumi dan Tsunami yang diadakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Jakarta, Selasa, 8 Oktober 2024. FGD yang mengangkat tema “Ancaman Megathrust dan Sesar Aktif, serta Evaluasi Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS)” dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan bencana di Indonesia dengan menyelenggarakan.

Mereka bersama-sama merumuskan langkah-langkah untuk menghadapi potensi gempa bumi dan tsunami di tanah air. Salah satunya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Sistem Peringatan Dini Tsunami (InaTEWS).

Sebab, meski InaTEWS telah berperan besar dalam menyelamatkan nyawa, BMKG bersama para pakar menegaskan perlu peningkatan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan big data untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi informasi.

Baca Juga: Lonjakan Sampah Plastik Diprediksi Jadi 38,42 Persen pada 2050

“InaTEWS terus kami kembangkan agar semakin responsif terhadap berbagai kemungkinan, termasuk tsunami akibat aktivitas non-seismik, seperti longsoran bawah laut atau erupsi gunung api,” ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Daryono.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama menegaskan evaluasi berkala terhadap performa InaTEWS penting, mulai dari kualitas data hingga penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Dengan perbaikan yang berkesinambungan, kami berharap sistem ini dapat semakin andal dalam melindungi masyarakat dari ancaman tsunami,” imbuh Nelly.

Baca Juga: Masyarakat Pesisir Bahas Keberlanjutan Kelestarian Ekosistem Pesisir Rezim Baru

Salah satu rekomendasi FGD tersebut adalah meningkatkan penelitian tentang karakteristik sesar aktif dan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan InaTEWS. Harapannya, InatEWS mampu memperkuat kesiapsiagaan bencana di masa depan.

Waspada megathrust dan sesar aktif

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan pemahaman terhadap potensi ancaman yang mungkin terjadi di Indonesia, seperti megathrust dan sesar aktif.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BMKGgempa bumi dan tsunamigempa MegathrustInaTEWSsesar aktifSistem peringatan dini tsunami

Editor

Next Post
Gelaran "Bara Senyap" untuk edukasi atasi peningkatan suhu bumi. Foto Chysara Rabani/Humas ITB.

Mahasiswa ITB Edukasi Dampak Kenaikan Suhu Bumi Lewat Bara Senyap

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media