Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rumah Rusak Akibat Gempa Bengkulu Bertambah Jadi 255 Unit

Sabtu, 24 Mei 2025
A A
Rumah warga terdampak gempa Bengkul M6,0, 24 Mei 2025. Foto BPBD Bengkulu.

Rumah warga terdampak gempa Bengkul M6,0, 24 Mei 2025. Foto BPBD Bengkulu.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca juga: Gempa Bumi M6,3 Guncang Bengkulu, 34 Unit Bangunan Rusak

“Usai menerima informasi terjadinya gempa, Tim Tanggap Darurat segera bergerak untuk menginventarisasi dampak dan mengamati kondisi geologi guna memberikan rekomendasi teknis kepada pemerintah provinsi, kabupaten, kota terdampak,” ujar Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid di Bandung, Jumat, 23 Mei 2025.

Ia menjelaskan, lokasi sekitar wilayah gempa bumi berada di Kawasan Rawan Bencana Gempa Bumi tinggi yang memiliki morfologi berbukit-bukit dengan pesisir sempit akibat pengangkatan tektonik. Serta didominasi Pegunungan Bukit Barisan di timur dan zona subduksi di barat.

Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanismenya, kejadian gempa bumi diperkirakan akibat sesar naik (reverse fault) di zona subduksi pada kedalaman 84 km. Hingga saat ini, tidak ada informasi korban jiwa.

Baca juga: Dalam 24 Jam, Sebanyak 42 Bencana Hidrometeorologi Landa Tanah Air

Wafid mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Masyarakat agar waspada terhadap gempa bumi susulan dan tidak mudah percaya pada informasi atau isu hoaks yang tidak bertanggung jawab terkait gempa bumi dan tsunami.

“Mengingat wilayah Bengkulu ini tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, sangat diharapkan ada peningkatan upaya mitigasi, baik melalui mitigasi struktural maupun non-struktural. Terhadap kejadian gempa bumi ini, kita harus waspada terhadap potensi bahaya ikutan gempa bumi seperti rekahan pada permukaan tanah, longsor dan likuifaksi,” tutur Wafid. [WLC02]

Sumber: BNPB, Kementerian ESDM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Badan Geologi Kementerian ESDMBNPBGempa Bengkulugempa dan tsunami

Editor

Next Post
Ilustrasi gelondongan kayu hutan. Foto Dok Soetana Hasby.

Aktivis Lingkungan Desak Pemerintah Hentikan Pelemahan SVLK Produk Kayu Indonesia

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media