Wanaloka.com – Ratusan bahkan ribuan tawon beterbangan dan menempel di kendaraan, sehingga memicu kepanikan pengendara di ruas Tol Cipularang, tepatnya di Jembatan Cisomang pada 24 Desember 2025 lalu. Menurut Pakar dari Kelompok Keilmuan Manajemen Sumber Daya Hayati, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Prof. Ramadhani Eka Putra, kejadian tak lazim ini bukan sekadar kejadian acak, melainkan dapat dipahami sebagai respons ekologis serangga terhadap perubahan lingkungan.
Tawon, seperti serangga sosial lainnya memerlukan tiga komponen utama untuk membangun dan mempertahankan koloni. Meliputi sumber makanan, lokasi untuk membuat sarang, dan daerah yang relatif aman dari musuh alami.
Struktur infrastruktur seperti kolong jembatan dan terowongan tol, secara tidak langsung memenuhi ketiga syarat tersebut. Area ini terlindung dari hujan, angin kencang, dan fluktuasi suhu ekstrem, sekaligus minim gangguan predator alami.
“Terowongan atau kolong jembatan adalah tempat yang strategis bagi tawon. Dan sebetulnya habitat mereka ada di sana, jadi mereka kembali ke lokasi di mana mereka dulu mungkin berada,” ungkap dia.
Baca juga: Potensi Hujan Lebat Saat Libur Lebaran Idulfitri 2026
Dalam video yang beredar di media sosial, banyak warganet yang berspekulasi penebangan pohon menjadi salah satu pemicu fenomena ini. Menurut Ramadhani, asumsi tersebut relevan secara ekologis. Hilangnya vegetasi dapat mengurangi ketersediaan tempat berlindung sehingga mendorong koloni tawon mencari habitat alternatif.
Sementara tawon merupakan serangga sosial yang sangat bergantung pada stabilitas lingkungannya. Lantaran tidak dapat mengubah kondisi lingkungan, mereka hanya dapat beradaptasi. Ketika kondisi tidak lagi menguntungkan, baik karena perubahan cuaca, hilangnya vegetasi, atau gangguan manusia, koloni akan bermigrasi ke lokasi yang dianggap lebih aman. Keputusan migrasi merupakan hasil keputusan kolektif koloni ketika kondisi lingkungan dinilai tidak lagi mendukung.
Ramadhani juga menilai fenomena kawanan tawon di Tol Cipularang dapat dipandang sebagai early warning atas penurunan kualitas lingkungan di sekitar kawasan tersebut.
“Ketika serangga meninggalkan habitat asalnya, indikasi lingkungan tersebut sudah tidak lagi mendukung kehidupan mereka. Ini bisa berkaitan dengan degradasi lingkungan atau perubahan iklim,” jelas dia.
Baca juga: Edukasi Cerita Rakyat dan Sains di Balik Gerhana Bulan Total
Risiko dan mitigasi






Discussion about this post